Emosi orang tua pecah saat rekonstruksi kasus kekerasan dan penelantaran anak nan dilakukan pemilik dan pengasuh Daycare Little Aresha di Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Selasa (9/6).
Dalam kasus ini, anak-anak nan dititipkan ke daycare diikat pada bagian kaki dan tangan menggunakan kain agar anak tidak rewel.
DK namalain Diyah Kusumastuti, ketua yayasan sekaligus pemilik Daycare Little Aresha Yogyakarta nan tersangka kasus menghebohkan itu, tak luput dari umpatan para orang tua korban saat reka ulang.
"Mana Diyah, bajingan kau!" kata salah satu orang tua.
"Masuk neraka kamu!" ujar lainnya.
Orang tua lain menyahut dengan beragam sorakan dan umpatan.
Emosi para orang tua bersambung saat rekonstruksi berlangsung. Diyah memperagakan segmen saat menerima bayi dari orang tua.
Lokasi reka segmen berada di teras daycare. Otomatis, orang tua nan memadati gerbang dapat memandang wajah Diyah nan ditutupi masker.
"Diyah, gimana jika anakmu digituin?" kata salah satu orang tua.
"Sok alim, nih. Nggak punya otak," ujar orang tua lainnya.
"Dapat karma nanti. Cucunya entar, ya," teriak orang tua lainnya.
Ismanto, salah satu orang tua korban, mengatakan tidak ada orang tua nan rela anaknya diperlakukan seperti itu.
"Ya, tentunya, sebagai orang tua, kita semua jengkel. Anak-anak kami nan dititipkan, harapannya bisa dididik dan diasuh dengan baik di sini. Tapi kenyataannya, apa nan kami dapatkan adalah perilaku nan tidak seharusnya," kata Ismanto.
"Seperti tadi, mungkin beberapa orang tua berteriak lantaran merasa tidak nyaman memandang mereka nan mengikat anak-anak kami," tegasnya.
Dalam kasus ini, polisi menetapkan 13 tersangka, masing-masing berinisial DK (Diyah Kusumastuti, ketua yayasan) dan AP (kepala sekolah). Selain itu, terdapat FN, NF, LIS, EN, SRM, DR, HP, JK, SRJ, DO, dan DM nan seluruhnya merupakan pengasuh.
Jumlah korban awal nan terdata sebanyak 53 anak. Namun, seiring perkembangan penyelidikan dan pelaporan ke Polresta Yogyakarta maupun Pemkot Yogyakarta, jumlah korban diperkirakan mencapai lebih dari 100 anak.
Anak Diikat dari Pagi hingga Dijemput Orang Tua
Sebelumnya, polisi mengungkap anak-anak di Daycare Little Aresha diikat pada bagian kaki dan tangan menggunakan kain dari pagi hingga dijemput orang tua. Ikatan hanya dilepas saat anak-anak makan alias mandi.
"Iya, diikat dari pagi sampai dijemput. Paling saat mandi dan makan itu dilepas," kata Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian, Senin (27/4).
Ketika anak makan, mereka baru dipakaikan baju. Saat itu, pengasuh memotret mereka dan mengirimkan pengarsipan kepada orang tua.
"Setelah mau makan baru dipakaikan baju, difoto untuk dikirimkan pengarsipan kepada wali," katanya.
Para orang tua selama ini tidak pernah diperbolehkan masuk ke daycare. Mereka hanya diperbolehkan masuk saat pertama kali mendaftar.
"Mereka masuk hanya saat mendaftar. Saat itu baru boleh memandang akomodasi dan sebagainya. Namun, setelah terdaftar menjadi siswa, mereka hanya bisa sampai di depan pagar," katanya.
Anak-anak tersebut juga diduga ditelantarkan dengan tidur di lantai dan tidak dipakaikan baju.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·