Emiten MPMX Catat Laba Bersih Rp 173 Miliar di Kuartal I 2026, Naik 8 Persen

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Gedung PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. Foto: MPMX

Emiten konsumer otomotif, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), mencatat laba bersih Rp 173 miliar pada kuartal I 2026, tumbuh 8 persen dibandingkan dengan periode nan sama tahun lampau (year on year/yoy). Sementara itu, margin untung bersih juga meningkat menjadi 4,3 persen, dari 3,8 persen pada kuartal I 2025.

Berdasarkan laporan finansial perseroan, Minggu (3/5), pendapatan bersih sebesar Rp 4,0 triliun, alias menurun 4 persen yoy, mencerminkan penyesuaian pada beberapa lini usaha. Adapun untung kotor meningkat 3 persen yoy menjadi Rp 365 miliar dan margin untung kotor membaik menjadi 9,1 persen dari 8,5 persen pada periode nan sama tahun sebelumnya.

Laba upaya meningkat sebesar 6 persen yoy menjadi Rp 193 miliar, dengan margin untung upaya naik menjadi 4,8 persen dari 4,3 persen, mencerminkan peningkatan efisiensi operasional. Secara segmentasi, keahlian Perseroan menunjukkan dinamika nan beragam dengan konsentrasi pada penguatan kualitas pendapatan dan efisiensi.

Pada segmen upaya pengedaran dan ritel kendaraan roda dua, MPMulia mencatatkan keahlian operasional nan beragam, dengan penurunan penjualan sepeda motor pada upaya pengedaran nan sebagian diimbangi oleh pertumbuhan di upaya ritel serta kestabilan pendapatan purna jual.

Bisnis pengedaran mencatatkan penurunan pendapatan penjualan sepeda motor sebesar 5 persen yoy, sementara pendapatan purna jual meningkat sebesar 4 persen yoy.

video story embed

Pada upaya ritel, pendapatan penjualan meningkat sebesar 3 persen yoy, meskipun pendapatan purna jual mengalami penurunan tipis sebesar 2 persen yoy. Sebagai hasilnya, pendapatan bersih segmen ini menurun 3 persen yoy menjadi Rp 3,79 triliun.

Namun demikian, untung kotor meningkat 2 persen yoy menjadi Rp 321 miliar, dengan margin nan membaik menjadi 8,5 persen dari 8,0 persen, mencerminkan pengelolaan biaya nan lebih optimal serta kontribusi nan lebih baik dari lini upaya ritel dan purna jual.

Pada segmen upaya asuransi, MPMInsurance mencatat penurunan pendapatan sebesar 17 persen yoy menjadi Rp 204 miliar, terutama dipengaruhi oleh penurunan kontribusi pada lini kendaraan bermotor dan properti.

Namun, keahlian operasional menunjukkan perbaikan, tercermin dari penurunan biaya pendapatan sebesar 22 persen yoy nan mendorong peningkatan hasil jasa asuransi sebesar 10 persen yoy menjadi Rp 44 miliar. Selain itu, hasil investasi meningkat 34 persen yoy menjadi Rp 12 miliar, didukung oleh peningkatan pendapatan lainnya.

Di segmen upaya penyewaan kendaraan, MPMRent mencatat aktivitas operasional nan lebih moderat, dengan pendapatan menurun 4 persen yoy menjadi Rp 368 miliar. Meskipun demikian, untung kotor meningkat 9 persen yoy menjadi Rp 83 miliar, dengan margin untung kotor nan membaik signifikan menjadi 22,6 persen dari 19,9 persen dari periode nan sama di tahun lalu.

"Peningkatan ini didorong oleh penurunan nilai pokok penjualan, peningkatan profitabilitas pada upaya penyewaan kendaraan, serta kontribusi nan lebih kuat dari penjualan mobil bekas," tulis manajemen perseroan.

Sementara itu, di segmen upaya pembiayaan, JACCS MPMFinance Indonesia mencatat penurunan pendapatan sebesar 43 persen yoy, sejalan dengan strategi perseroan nan lebih selektif dan berfokus pada kualitas aset. Langkah ini diikuti dengan penurunan beban operasional sebesar 40 persen yoy menjadi Rp 160 miliar, serta penurunan beban provisi dan biaya mengenai aset, sehingga rugi bersih sukses ditekan sebesar 23 persen yoy menjadi Rp 38 miliar.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan