Emas Tersimpan di Rumah Warga RI Diproyeksi 1.800 Ton, Setara Rp 4,47 Kuadriliun

Sedang Trending 56 menit yang lalu
Ilustrasi emas batangan. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut jumlah emas nan dimiliki masyarakat dan tetap disimpan secara pribadi alias di bawah bantal mencapai sekitar 1.800 ton. Nilainya sekitar USD 252 miliar alias Rp 4,47 kuadriliun (kurs Rp 17.772 per dolar AS).

“Emas nan ada di bawah bantal itu ada 1.800 ton. Nah jika 1.800 ton, itu nilainya juga luar biasa USD 252 miliar,” kata Airlangga dalam gelaran Peluncuran Indonesia Bullion Market Association di Monas Grand Ballroom BSI Tower, Jakarta, Kamis (20/8).

Airlangga menilai Pegadaian maupun Bank Syariah Indonesia (BSI) mempunyai peran untuk mendorong masyarakat mengalihkan sebagian emas tersebut ke instrumen keuangan.

Menurut Airlangga, andaikan sekitar 20 persen dari potensi emas itu dapat masuk ke instrumen keuangan, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi bakal sangat besar.

“Mungkin 20 persennya saja pindah dari ditaruh di bawah bantal ke ditaruh ke instrumen finansial ataupun instrumen perbankan di Syariah maupun Pegadaian,” ujarnya.

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di RRI, Rabu (24/9/2025). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Airlangga juga membandingkan jumlah emas nan disebut dimiliki masyarakat Indonesia dengan stok emas di sejumlah negara. Amerika Serikat mempunyai stok emas sebanyak 8.133 ton, sedangkan China mencapai 2.331 ton.

Airlangga menyebut, jika jumlah emas masyarakat Indonesia mencapai 1.800 ton, posisinya berada di bawah Amerika Serikat dan China.

“Karena India 880 ton dan Singapura tentu punya juga relatif lebih rendah dari itu,” ucapnya.

Di sisi lain, Airlangga menyebut jumlah emas nan dimiliki Bank Indonesia (BI) tetap relatif rendah, hanya sekitar 70 ton.

Dalam kesempatan nan sama, Airlangga menyatakan pemerintah terus mendorong kebijakan hilirisasi melalui bullion bank.

“Bapak Presiden kemarin juga menyampaikan dalam pidatonya mengenai dengan bullion bank, sehingga bullion ini menjadi sesuatu nan diandalkan ke depan, terutama untuk meningkatkan nilai tambah daripada hilirisasi di sektor mine and energy,” tutupnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan