Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tetap Tumbuh Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tetap Tumbuh Resilien di Tengah Ketidakpastian Global Melalui Indonesia’s Economic Outlook 2026, Danamon memaparkan prospek ekonomi Indonesia serta sosialisasi kebijakan Bank Indonesia untuk mendukung pendalaman pasar finansial dan pengelolaan transaksi kurs asing.(Dok. PT Bank Danamon Indonesia)

PEREKONOMIAN dunia diperkirakan tetap menghadapi beragam tantangan pada 2026 nan ditandai dengan tingginya nilai energi, suku kembang dunia nan memperkuat tinggi, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Meskipun demikian, Indonesia dinilai tetap berada pada posisi nan relatif kuat untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi berkah stabilitas makroekonomi nan terjaga, investasi nan terus mengalir, serta support beragam sektor strategis baru.  

Lead Economist PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon), Irman Faiz, menjelaskan kenaikan nilai daya akibat ketegangan geopolitik dunia telah memicu tekanan inflasi dan memperketat kondisi finansial di beragam negara. Pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan melambat dari 3,5% pada 2025 menjadi 3,0% pada akhir 2026 sebelum kembali membaik pada 2027, sementara nilai minyak nan sempat meningkat signifikan diperkirakan berangsur menurun seiring penyesuaian pasokan global.  

Menurut Irman, di tengah kondisi tersebut, ekonomi Indonesia diperkirakan tetap tumbuh sekitar 5,2% pada 2026, didukung oleh investasi, shopping pemerintah, aktivitas ekonomi domestik nan tetap solid, dan kebijakan pemerintah nan mendorong aktivitas ekonomi nasional. Investasi asing langsung (FDI) terus menunjukkan tren positif, terutama pada sektor hilirisasi, industri logam dasar, serta pengembangan pusat info (data center) nan mulai menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.  

"Perekonomian Indonesia tetap mempunyai fondasi nan cukup kuat untuk mempertahankan pertumbuhan di tengah beragam tantangan global. Aktivitas investasi tetap menjadi penopang utama pertumbuhan, sementara kesempatan dari hilirisasi industri, ekonomi digital, dan pengembangan data center berpotensi menciptakan sumber pertumbuhan baru dalam jangka menengah hingga panjang," ujar Irman.  

Di sisi lain, Indonesia tetap perlu mewaspadai beragam akibat eksternal. Defisit transaksi melangkah diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya seiring tingginya impor daya dan perlambatan ekonomi sejumlah mitra jual beli utama. Selain itu, volatilitas pasar finansial dunia dan perubahan arah kebijakan moneter negara maju berpotensi memengaruhi pergerakan arus modal dan nilai tukar rupiah.  

Untuk menjaga stabilitas ekonomi dan pasar finansial nasional, Bank Indonesia terus memperkuat beragam instrumen kebijakan nan mendukung pendalaman pasar keuangan, khususnya pasar kurs asing domestik. 

Seiring meningkatnya ketidakpastian dunia dan perubahan arus modal internasional, pasar kurs asing nan lebih dalam, likuid, dan berkekuatan tahan dinilai semakin krusial dalam mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.  

Asisten Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia, Yansen Lokanata, menjelaskan Bank Indonesia telah mengimplementasikan beragam kebijakan untuk memperkuat pasar kurs asing domestik, antara lain melalui pengembangan transaksi mata duit lokal (Local Currency Transaction), penyempurnaan ketentuan transaksi pasar kurs asing, hingga penerapan Ketentuan Transaksi Pasar Valas Transaksi Lindung Nilai melalui Bank Mitra (Vastra).  

Kebijakan Vastra dirancang untuk memperluas akses penanammodal dunia terhadap instrumen lindung nilai Rupiah di pasar domestik. Selain memperkuat daya tarik aset finansial Indonesia, kebijakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan likuiditas pasar kurs asing domestik, memperbaiki transparansi transaksi, serta mendukung stabilitas nilai tukar dalam jangka panjang. 

"Pendalaman pasar kurs asing merupakan bagian krusial dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Berbagai kebijakan nan terus disempurnakan Bank Indonesia bermaksud untuk meningkatkan efisiensi pasar, memperluas akses investor, serta mendorong terciptanya pasar finansial nan lebih inklusif dan berkekuatan tahan dalam menghadapi dinamika global," ujar Yansen.  

Ke depan, prospek ekonomi Indonesia dinilai tetap positif meskipun tantangan dunia tetap membayangi. Stabilitas makroekonomi, kuatnya investasi, serta beragam upaya pendalaman pasar finansial diharapkan dapat menjadi fondasi krusial untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nan berkepanjangan sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tengah perubahan lanskap ekonomi global. (E-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia