Anggie Ariesta
, Jurnalis-Jum'at, 02 Oktober 2026 |09:01 WIB

Porsi kepemilikan asing sekarang menyusut menjadi 13 persen hingga 14 persen. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan tingkat ketergantungan pasar finansial Indonesia terhadap pemodal asing dalam pembiayaan Surat Berharga Negara (SBN) menunjukkan tren penurunan signifikan. Porsi kepemilikan asing sekarang menyusut menjadi 13 persen hingga 14 persen, jauh dibandingkan dengan posisi satu dasawarsa lampau nan sempat menyentuh nomor 40 persen.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan penyusutan porsi penanammodal asing ini merupakan buah dari strategi pemerintah dalam memperkuat pedoman pembiayaan domestik. Dominasi penanammodal dalam negeri nan kian solid dinilai efektif memperkuat daya tahan pasar SBN terhadap volatilitas dan gejolak ekonomi global.
"Strategi pembiayaan utamanya adalah tetap fokus, sebagian alias dominannya adalah pembiayaan dari dalam negeri nan relatif tidak rentan terhadap (gejolak) global," ujar Juda dalam aktivitas Media Gathering di Bogor, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026).
Berdasarkan info resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu per 15 September 2026, porsi kepemilikan asing pada SBN berada di level 13,09 persen alias secara nominal setara Rp904,39 triliun.
Nilai tersebut mencakup kepemilikan pada Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp885,98 triliun dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp18,41 triliun.
Juda menegaskan bahwa berkurangnya porsi modal asing di SBN memberikan akibat positif bagi stabilitas moneter nasional, khususnya dalam meminimalkan potensi guncangan di pasar duit dan kurs asing akibat dinamika sentimen global.
"Ini tentu saja bisa mengurangi kerentanan di pasar duit dan pasar valas kita," kata Juda.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·