Jakarta -
Pemerintah Indonesia terus memperluas akses pasar internasional dalam rangka memperkuat daya saing nasional dan mendorong transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045. Upaya ini salah satunya dilakukan melalui proses aksesi Indonesia ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).
Langkah tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan perdagangan dan investasi nan lebih luas sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok regional dan global.
"CPTPP ini merupakan perjanjian perdagangan antar ekonomi. Ketentuan-ketentuan dalam CPTPP secara umum sudah kita sepakati di beragam perjanjian internasional seperti dalam kerangka WTO, RCEP, ASEAN, serta proses aksesi OECD. Maka itu, kita hanya memerlukan beberapa penyesuaian peraturan perundang-undangan untuk memenuhi komitmen di CPTPP," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Airlangga menyampaikan perkembangan proses aksesi Indonesia ditandai dengan pengumuman pada Pertemuan Komisi CPTPP ke-10 nan berjalan secara virtual pada 26 Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut, para Menteri CPTPP menyepakati dimulainya obrolan persiapan berbareng Filipina, Indonesia, dan Uni Emirat Arab (UEA). Tahapan ini merupakan langkah awal nan krusial sebelum pembentukan Accession Working Group (AWG) sebagai bagian dari proses menuju keanggotaan penuh CPTPP.
Adapun CPTPP merupakan salah satu perjanjian perdagangan bebas berstandar tinggi sekaligus blok perdagangan paling strategis di dunia. Saat ini, CPTPP beranggotakan 12 negara, di antaranya Japan, Canada, Australia, United Kingdom, Singapore, dan Mexico. Secara kolektif, negara-negara personil tersebut merepresentasikan sekitar 15 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia dengan cakupan pasar nan mencapai nyaris 600 juta masyarakat di seluruh dunia.
Keanggotaan Indonesia dalam CPTPP diharapkan dapat membuka akses nan lebih luas bagi produk ekspor nasional, meningkatkan arus perdagangan dan investasi, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai regional maupun global.
Raih Dukungan Inggris
Dalam proses aksesi tersebut, Indonesia juga memperoleh support dari sejumlah negara personil CPTPP, termasuk Inggris nan konsisten mendukung langkah Indonesia untuk berasosiasi dengan blok perdagangan tersebut. Dukungan tersebut antara lain tercermin melalui penandatanganan Indonesia-United Kingdom Economic Growth Partnership pada 19 Januari 2026 oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto dan Secretary of State for Business and Trade Inggris Peter Kyle.
Kemitraan ini menjadi kerangka kerja praktis bagi kedua negara untuk memperkuat perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi bilateral. Di saat nan sama, kerja sama tersebut juga menegaskan support Inggris terhadap proses aksesi Indonesia menuju keanggotaan penuh CPTPP.
"Dokumen kerja sama ekonomi strategis tersebut (EGP) merupakan bentuk nyata dari komitmen kedua negara dalam membangun pertumbuhan ekonomi nan inklusif, berkelanjutan, dan saling menguntungkan," kata Airlangga.
Hingga saat ini, Indonesia telah menyelaraskan izin domestik pada 22 bab ketentuan CPTPP serta menyerahkan questionnaire negara aspirasi kepada Pemerintah Selandia Baru selaku depository country pada 12 Mei 2025. Pemerintah menargetkan Indonesia dapat menjadi personil penuh CPTPP pada tahun 2027.
Airlangga menegaskan Indonesia tetap memprioritaskan jalur multilateral melalui CPTPP lantaran bisa memberikan akses pasar nan lebih luas serta mendukung terciptanya sistem perdagangan nan terbuka, inklusif, dan berbasis aturan.
Di sisi lain, Indonesia juga tetap membuka kesempatan pembentukan Bilateral Free Trade Agreement (FTA), termasuk dengan Inggris, sebagai pengganti untuk terus memperluas kerja sama perdagangan andaikan proses negosiasi multilateral di tingkat CPTPP memerlukan waktu nan lebih panjang.
Keanggotaan Indonesia dalam CPTPP pun diharapkan memberikan beragam faedah bagi perekonomian nasional. Selain memperluas akses pasar melalui pengurangan halangan tarif dan peningkatan kepastian perdagangan, keanggotaan CPTPP juga bakal membuka kesempatan baru bagi eksportir Indonesia untuk melakukan diversifikasi pasar.
Di sisi lain, pelaku upaya bakal memperoleh faedah dari prosedur kepabeanan nan lebih sederhana, ketentuan perdagangan digital nan modern, perlindungan investasi dan kewenangan kekayaan intelektual, serta penerapan rules of origin nan memungkinkan integrasi rantai pasok nan lebih erat di antara negara-negara anggota. Bagi masyarakat, keanggotaan tersebut juga diharapkan menghadirkan pilihan produk nan semakin beragam dengan nilai nan lebih kompetitif.
Sejalan dengan pengarahan Presiden Prabowo Subianto, proses aksesi Indonesia ke CPTPP juga menjadi momentum untuk terus memperkuat reformasi izin dan penyederhanaan beragam ketentuan guna meningkatkan kemudahan berupaya serta daya saing nasional, termasuk bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Selain mendukung proses aksesi CPTPP, Indonesia dan Inggris juga terus memperkuat kerja sama pada beragam sektor strategis melalui Economic Growth Partnership, antara lain daya bersih, pengembangan industri semikonduktor, pendidikan tinggi, ekonomi digital, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Inggris juga mendukung proses aksesi Indonesia ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) melalui pemberian support teknis dan perbincangan kebijakan guna membantu Indonesia memenuhi beragam standar internasional sebagai bagian dari agenda reformasi ekonomi nasional.
Ke depan, Pemerintah bakal terus memperkuat koordinasi dengan seluruh negara personil CPTPP serta melanjutkan beragam tahapan aksesi guna memastikan proses keanggotaan Indonesia melangkah sesuai target.
Pemerintah juga bakal terus melanjutkan reformasi struktural dan penguatan daya saing nasional agar Indonesia semakin siap memanfaatkan kesempatan perdagangan, investasi, dan integrasi ekonomi dunia melalui keanggotaan CPTPP.
"Indonesia bukan negara pertama di ASEAN, tetapi Vietnam, Brunei, Malaysia, dan Singapura sudah menjadi personil ekonomi CPTPP. Tentunya kita berambisi sebagai ekonomi terbesar di ASEAN dan sebagai satu-satunya negara G20 di ASEAN bahwa keanggotaan CPTPP di Indo-Pasifik ini bakal memperkuat posisi Indonesia," pungkas Airlangga.
(ega/ega)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·