Dedeng menambahkan program itu merupakan bagian dari transformasi budaya kerja nan mendorong pola kerja nan lebih efisien, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap penggunaan energi.
"Melalui program Clean Energy Day, pegawai dan tenaga alih daya diimbau untuk tidak menggunakan kendaraan berbasis BBM setiap Jumat, serta mengoptimalkan penggunaan transportasi umum, kendaraan listrik, bersepeda, alias melangkah kaki," ucap dia.
Selain itu, lanjut Dedeng, pegawai juga diminta mencatat riwayat perjalanan guna mengukur penurunan emisi karbon dan efisiensi penggunaan bahan bakar.
"Berdasarkan info internal, penerapan program ini berpotensi menurunkan emisi karbon hingga 45,7 ton CO2e per tahun, nan setara dengan penggunaan 18.800 liter Pertamax alias CO2 nan diserap 500 mangrove selama 20 tahun," kata dia.
"Program ini bukan sekadar inisiatif, tetapi langkah nyata untuk membangun pola pikir baru bahwa daya adalah sumber daya nan kudu digunakan secara bijak dan bertanggung jawab," jelas Dedeng.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·