Dukcapil Jemput Bola Pulihkan Dokumen Kependudukan bagi Korban Gempa NTT

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Ditjen Dukcapil buka jasa jemput bola pulihkan arsip kependudukan ke Kabupaten Manggarai Barat, NTT, pada Senin (24/8/2026). Foto: Dok. Ditjen Dukcapil

Jajaran Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bergerak sigap memulihkan arsip kependudukan penduduk pascagempa berkekuatan magnitudo 7,7 nan mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Dipimpin Sekretaris Ditjen (Sesditjen) Dukcapil Hani Syopiar Rustam, Tim Peduli Bencana Kemendagri menggelar jasa jemput bola di Kabupaten Manggarai Barat, Senin (24/8/2026).

Penurunan tim ini merupakan tindak lanjut dari pengarahan langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dan Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Teguh Setyabudi. Mendagri sebelumnya menugaskan Ditjen Dukcapil untuk turun tangan membantu penduduk nan arsip kependudukannya lenyap alias rusak akibat gempa, seperti KTP elektronik, akta kelahiran, dan kartu keluarga.

"Saya bakal segera perintahkan kepada Dirjen Dukcapil untuk koordinasi dengan Dukcapil kabupaten dan provinsi," kata Mendagri saat meninjau posko pengungsian di Kabupaten Nagekeo, NTT, pekan lalu.

Menindaklanjuti pengarahan tersebut, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi mengerahkan enam tim unit pelayanan ke tujuh kabupaten terdampak di Pulau Flores. Selain Manggarai Barat, tim teknis Ditjen Dukcapil juga diterjunkan ke Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. "Dukcapil datang langsung ke letak untuk memastikan pelayanan tetap melangkah dan masyarakat dapat segera memperoleh kembali arsip adminduk nan dibutuhkan secara cepat, mudah, dan gratis," ujar Teguh.

Setibanya di Labuan Bajo, rombongan Sesditjen Hani Syopiar Rustam langsung meninjau Kantor Dinas Dukcapil Kabupaten Manggarai Barat. Meski gedung instansi mengalami kerusakan berupa retak tembok akibat guncangan gempa, pelayanan adminduk kepada masyarakat dipastikan tetap melangkah normal.

Kedatangan Hani beserta tim diterima langsung oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai Barat Pius Baut mewakili Bupati, didampingi Kepala Dinas Dukcapil Manggarai Barat Valentinus Andi.

Dalam kesempatan itu, Ditjen Dukcapil menyerahkan support hibah sekaligus meminjamkan perangkat teknis untuk menunjang publikasi arsip penduduk di wilayah terdampak. Bantuan hibah nan diserahkan meliputi dua outer alias setara 4.000 keping blangko KTP-el, satu unit perangkat internet Starlink, satu unit SIM card, satu set ribbon, film, cleaning kit, dan kertas A4 80 gram, serta satu unit printer inkjet. Selain itu, dipinjamkan pula satu unit perangkat rekam KTP-el portable alias mobile enrollment.

Hani Syopiar Rustam menyatakan, support sarana ini diberikan agar proses penggantian arsip penduduk nan lenyap alias rusak akibat gempa tidak terhambat. "Kehadiran kami di Manggarai Barat adalah petunjuk untuk memastikan pelayanan publik dasar tidak lumpuh. Perangkat Starlink dan perangkat rekam portable ini kami serahkan agar petugas dinas di wilayah bisa bergerak elastis ke posko posko pengungsian. Seluruh penggantian arsip kependudukan penduduk nan terdampak musibah dipastikan sigap dan gratis," kata Hani.

Asisten III Setda Manggarai Barat Pius Baut menyampaikan apresiasi atas support nyata dari Kemendagri. "Atas nama pemerintah wilayah dan masyarakat Manggarai Barat, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri. Bantuan sarana pendukung seperti Starlink dan tambahan blangko KTP elektronik ini sangat krusial bagi kami, mengingat kelancaran sinyal dan pasokan logistik kependudukan banget dibutuhkan untuk mempercepat pelayanan di area bencana," ujar Pius Baut.

Kepala Dinas Dukcapil Manggarai Barat Valentinus Andi menyatakan kesiapan jajarannya untuk terjun ke titik titik letak terdampak berbareng Tim Ditjen Dukcapil. "Meskipun gedung instansi kami mengalami retak retak, semangat personil di lapangan tidak surut. Dengan adanya perangkat rekam portable dan kesiapan blangko dari pusat, kami siap menyisir penduduk nan kehilangan arsip di desa desa terdampak," tutur Valentinus.

Rombongan juga mendatangi Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Kantor BPBD Manggarai Barat untuk berkoordinasi dengan Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Barat Yulianus Weng dan Ketua DPRD Manggarai Barat Benediktus Nurdin. Wabup Yulianus menyampaikan apresiasi serta menitipkan salam hormat kepada Dirjen Dukcapil atas mobilitas sigap jejeran Kemendagri di lapangan.

Tim turut memantau perkembangan situasi di Command Center BPBD Manggarai Barat. Hingga Senin sore, aktivitas seismik tetap terasa dengan rentetan gempa susulan berkekuatan di bawah magnitudo 4.

Berdasarkan info rekapitulasi hingga pukul 18.39 WITA, jasa jemput bola dan pelayanan rutin di Manggarai Barat pada hari pertama sukses menerbitkan total 358 arsip kependudukan. Rinciannya, perekaman KTP-el sebanyak 36 jiwa, pencetakan KTP-el 94 keping, pencetakan kartu family 174 lembar, pencetakan kartu identitas anak 5 keping, aktivasi Identitas Kependudukan Digital bagi 13 pemohon, pencetakan surat pindah datang 12 dokumen, pencetakan akta kelahiran 18 lembar, pencetakan akta kematian 4 lembar, dan pencetakan akta perkawinan 2 lembar.

Hani menegaskan, kehadiran tim Kemendagri bermaksud memastikan kewenangan sipil penduduk tidak terhenti di tengah situasi darurat pascabencana. "Dukcapil datang untuk memastikan penduduk nan kehilangan alias mendapati arsip kependudukannya rusak akibat gempa bisa segera mendapatkan penggantinya. Bantuan perangkat dan sarana teknis nan kami serahkan hari ini diharapkan memperkuat daya jangkau Dinas Dukcapil Manggarai Barat dalam melayani masyarakat hingga ke pelosok terdampak," ujar Hani.

Pelayanan tanggap musibah ini bakal terus bersambung ke sejumlah titik pengungsian dan letak terdampak gempa di wilayah Kabupaten Manggarai Barat selama beberapa hari ke depan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan