Duka Kemhan Untuk Dua Peserta Program SPPI yang Meninggal Saat Latihan Militer

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan (Karo Humas dan Infohan) Setjen Kemhan RI, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, saat memberikan keterangan di Kantor Kemhan RI, Jakarta Pusat, Minggu (29/3/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Kementerian Pertahanan menyampaikan duka cita atas wafatnya 2 peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) di satuan pendidikan Tentara Nasional Indonesia.

Kedua peserta itu meninggal lantaran mengalami gangguan kesehatan, pada 17-18 Juni 2026. Salah satu peserta meninggal akibat heat stroke, dan peserta lain akibat cardiac arrest (henti jantung). Mereka sudah coba ditolong, dengan dibawa ke akomodasi kesehatan satuan dan rumah sakit rujukan.

“Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) menyampaikan duka cita nan mendalam atas wafatnya dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 nan sedang mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) di satuan pendidikan TNI," kata Kepala Biro Info Pertahanan Kemhan Brigjen Rico Sirait, lewat keterangan tertulis, Selasa (23/6).

Peserta pertama berjulukan Yonanda Muhammad Taufiq dari Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni 2026. Meski telah mendapat perawatan tenaga kesehatan satuan dan dirujuk ke rumah sakit, nan berkepentingan dinyatakan meninggal akibat henti jantung.

Sementara peserta berikutnya, Anisa Muyassaroh nan mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026. Ia telah mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal bumi akibat heat stroke.

Kemhan menegaskan bahwa sebelum mengikuti program, kedua peserta telah melalui proses seleksi termasuk pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti pendidikan. Atas wafatnya mereka berdua, kemhan dan penyelenggara sekarang mengevaluasi penuh penyelenggaraan program.

“Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan peserta merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan program.”

Program SPPI ini, adalah bagian dari upaya pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia nan mempunyai disiplin, kepemimpinan, serta semangat pengabdian untuk mendukung pembangunan nasional melalui KDKMP dan KNMP. Seluruh peserta diketahui mengikuti program secara sukarela melalui sistem seleksi nan telah ditetapkan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan