Kebakaran maut melanda permukiman di Penjaringan, Jakarta Utara. Kobaran api diduga berasal dari sebuah rumah kosong.
Dirangkum detikcom, Rabu (14/10/2026), kebakaran berlokasi di Jalan Kertajaya IV RT 07 dan 17 di RW 014 Kelurahan Penjaringan, Penjaringan. Kebakaran dilaporkan terjadi pada pukul 13.55 WIB oleh penduduk nan mendatangi instansi damkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Operasi pemadaman dimulai pukul 14.00 WIB. Total 27 unit mobil pompa dan 135 personel damkar dikerahkan ke tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas dapat mengendalikan penyalaan api pukul 15.17 WIB. Proses pemadaman memasuki fase pendinginan per pukul 15.41 WIB.
"Dugaan penyebab kebakaran masalah listrik," kata Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakut, Gatot Sulaiman.
2 Orang Tewas
Kebakaran tersebut menelan korban jiwa. Dua orang tewas dalam kejadian tersebut.
"Betul (dua orang meninggal dunia). Masih kami identifikasi. Proses olah TKP (tempat kejadian perkara)," kata Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Agta Bhuwana Putra, Selasa (13/10).
Salah satu korban adalah wanita berjulukan Nabil (6). Sementara satu korban lain belum diketahui identitasnya.
Akibat kebakaran ini, seorang petugas pemadam kebakaran (damkar) terluka dan telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja untuk mendapatkan perawatan medis.
Korban Tewas Nenek dan Cucu
Warga setempat menyebut korban tewas merupakan nenek dan cucunya. Mereka adalah Wulan (70) dan Nabil (6).
"Ibu Wulan jika nggak salah umur sekitar 70 alias 80 tahun. Nama lengkapnya saya kurang paham, panggilannya selalu Bu Wulan aja gitu kan. Nah, cucunya namanya Muhammad Nabil, 6 tahun," kata penduduk setempat, Sidik (38), di Penjaringan, Jakut, Rabu (14/10).
Dia mengatakan abangnya menjadi korban luka akibat kebakaran itu. Kini, korban luka tetap dirawat di rumah sakit.
"Korban luka abang saya nih, abang kandung lagi dirawat di Rumah Sakit Atmajaya, luka bakar. Informasinya sih jam 5 sore ini kelak dioperasi plastik," ujarnya.
Api Dipicu dari Rumah Kosong
Sidik mengaku memandang kebakaran berasal dari rumah kosong nan terbuat dari kayu pada Selasa (13/1) siang. Dia mengatakan rumah itu sudah kosong sekitar 5 tahun.
"Itu kan gedung kosong, dua pintu. Bangunan kosong udah lebih dari 5 tahun, bangunannya itu full kayu tripleks. Full kayu tripleks, kosong udah bertahun-tahun. Nah dari gedung itu ada api, dari situ titik awalnya saya lihat, api itu. Nah, di belakang rumah itu nan kosong, rumah nan korban meninggal," kata Sidik di letak kebakaran, Rabu (14/10).
Sidik mengatakan dia sedang berada di lantai atas rumahnya pada siang hari. Saat itu, kondisi lingkungan di sekitarnya sepi.
"Pas saya lagi ngecat, tiba-tiba ada bunyi pletak-pletok dan angin kencang. Pas saya ke belakang, hawa panas gitu. Api udah naik ke lantai dua, sudah tinggi, sudah gede. Api langsung gede, saya langsung turun ke bawah teriak, 'Kebakaran!'," kata Sidik.
Dia mengatakan penduduk sempat berupaya memadamkan api dengan air seadanya. Dia juga mengaku berupaya menyelamatkan berkas-berkas penting.
"Warga langsung ngejar lah bahasanya, penduduk nyari air gitu. Rame-rame itu warga. Dan nan saya konsentrasi itu anak istri sama berkas-berkas krusial nan ada di rumah gitu kan. Karena saya tinggal di rumah belakang itu nan persis temboknya tuh persis nan tinggi. Jadi saya konsentrasi di situ, langsung saya bantu pemadaman," katanya.
Sidik juga menyebut penduduk ikut membantu petugas damkar memadamkan api. Dia mengatakan banyak gedung nan susah dijangkau air.
"Saya bukain pintu, itu kan tiga lantai, Pak. Saya bukain pintu, 'Silakan,' saya bilang. Karena atas itu lezat nyemprotnya dan jangkauannya luas, saya bilang. Setelah jam 5 sore kurang lebih sudah mati, nan saya sayangkan ada korban jiwa tetangga saya belakang rumah. Dua orang, nenek sama cucunya," kata Sidik.
200 Keluarga Mengungsi
Sebanyak 150 rumah gosong akibat kebakaran kemarin sore. Luas area terdampak kebakaran sekitar 6.400 meter persegi.
"Objek terbakar 150 rumah," kata Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakut, Gatot Sulaiman, dalam keterangannya, Rabu (14/10).
Rumah-rumah nan terdampak kebakaran berada di wilayah RT 17 dan RT 07 RW 14 Kelurahan Penjaringan. Dilaporkan ada 500 jiwa dari 200 family nan terdampak kebakaran.
Ketua RT, Oman (50), mengatakan saat ini korban terdampak kebakaran sudah mengungsi di dua musala. Dia mengatakan pemerintah setempat juga sudah mengirimkan support logistik secara berkala.
"Bantuan udah alhamdulillah datang ya. Dari PMI, BPBD, udah datang. Mudah-mudahan aja support nan buat anak sekolah ya, sama balita," kata Ketua RT 7, Oman (50).
Penampakan Lokasi
Pantauan detikcom, Rabu (14/10), pukul 11.00 WIB, tampak sisa gedung rumah nan gosong terbakar. Puing sisa kebakaran tampak berserakan.
Beberapa penduduk tampak mencari sisa peralatan di rumah nan terdampak kebakaran. Tampak garis polisi sudah dipasang di lokasi.
(amw/amw)
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·