Duduk Perkara Demo 10 Ribu Pesilat di Kantor Debt Collector Surabaya

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 10 ribu massa pesilat dari golongan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) berencana menggelar tindakan tenteram di dua letak di Surabaya pada Jumat (31/7).

Aksi ini merupakan buntut dari kasus penganiayaan dan pembacokan terhadap dua pesilat nan berprofesi sebagai petugas valet parkir tempat intermezo di area Tegalsari, Surabaya, oleh diduga oknum debt collector (DC).

Kasus bermulai pada Sabtu (25/7) awal hari, saat debt collector berinisial SL (36) mengetahui adanya mobil Suzuki Karimun Wagon R GL MT dengan nomor polisi W 1508 AW terparkir di area parkir intermezo malam di Jalan Basuki Rahmat. SL beriktikad menarik mobil tersebut lantaran mempunyai tunggakan pembayaran di salah satu bank swasta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto mengungkapkan, SL kemudian membujuk tiga rekannya untuk mendatangi letak tersebut.

"Tersangka membujuk kawan tersangka kerabat P, kerabat J, dan kerabat M, kemudian menanyakan pada sekuriti nan kemudian dijawab mobil tersebut dibawa oleh seorang laki laki dan wanita nan merupakan team DJ H.C.I. (an Fidusia)," kata Hadi.

SL dan rekan-rekannya kemudian berupaya melakukan penarikan. Tapi perihal itu ditolak oleh pembawa mobil hingga memicu percekcokan.

"Sehingga terjadi cekcok mulut dan selanjutnya 4 orang tukang parkir mendekati tersangka dan cekcok mulut berubah terjadi saling pukul antara tersangka dan tukang parkir," ujar dia.

Kalah jumlah, SL dan rekan-rekannya sempat mundur dari lokasi. Namun sekitar 20 menit kemudian, teman-teman SL lainnya datang dan hendak masuk ke tempat intermezo malam, tetapi dihalangi petugas keamanan.

"Karena dilarang tersangka dan teman-temannya menyisir di area parkiran dan kawan tersangka menemukan ada nan berlindung di dalam (kafe) TGC dan memastikan bahwa nan sembunyi adalah orang nan dicari oleh tersangka," katanya.

Kelompok itu kemudian mengambil senjata tajam jenis parang nan telah disiapkan di bagasi mobil, lampau menyerang dan membacok petugas valet hingga mengalami luka parah.

Hadi menyebut tiga orang menjadi korban luka dalam kejadian itu, terdiri dari dua petugas valet dan satu orang dari pihak pelaku nan terkena sabetan senjata milik SL sendiri. Barang bukti berupa senjata tajam dan baju nan dikenakan tersangka dibuang ke Sungai Gunungsari usai kejadian.

Buntut penyerangan itu, sejumlah massa menggunakan kendaraan roda dua menggeruduk markas DC di Jalan Teuku Umar, Surabaya, pada Sabtu (25/7) malam hingga Minggu (26/7) awal hari.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan turun langsung mencegah tindakan tersebut.

"Kami mengupayakan penduduk nan berkumpul disini kita imbau untuk segera masuk ke dalam. Sudah malam untuk istirahat. Karena jika enggak kita begitukan mereka makin nonton makin banyak. Terus jika ada nan keluar," ujar Luthfie dalam unggahan IG pribadinya, @luthfie.daily.

Luthfie menginstruksikan jajarannya mengusut pelaku pembacokan sekaligus menindak massa nan menyerang markas DC.

"Segera cari pelakunya nan kemarin nan pelaku pembacokan itu segera tangkap. Termasuk golongan nan menyerang nan barusan kita bakal lakukan tindakan hukum. Kegiatan-kegiatan pemberontak ini tidak ada toleransi," ujarnya.

Ia juga mengimbau semua pihak menahan diri dan mempercayakan penyelesaian kasus kepada kepolisian. Luthfie turut mendesak pelaku pembacokan segera menyerahkan diri.

"Kita mengimbau semua pihak untuk tahan diri. Kami yakinkan bahwa kepolisian Polrestabes Surabaya mengambil langkah-langkah tegas terhadap para pelaku nan melakukan penganiayaan, pembacokan, tentu kita bakal lakukan tindakan hukum," ucapnya.

"Dan saya minta kerja samanya untuk para pelaku saya minta secara sportif segera melaporkan kepada kita alias kita tetap bakal mencari. Dan yakinkan untuk nan lain tetap menjaga situasi kondusif jangan mengambil langkah-langkah sendiri lantaran tentu bakal menjadi kontraproduktif dan bakal berkapak kepada potensi terjadinya keributan nan lebih besar," kata dia.

SL akhirnya menyerahkan diri ke Polrestabes Surabaya pada Minggu (26/7). Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto membenarkan perihal tersebut.

"Sudah pelaku pembacokan inisial S sudah menyerahkan diri hari Minggu kemarin," kata Edy saat dikonfirmasi, Selasa (28/7).

Tiga hari berselang, Rabu (29/7) sore, Luthfie memimpin langsung penggeledahan markas DC di Jalan Teuku Umar.

"Prinsipnya proses norma kudu tetap berjalan. Lakukan penggeledahan itu di lokasi-lokasi posko-poskonya itu," kata Luthfie.

Dari penggeledahan itu, polisi menyita sejumlah peralatan bukti berupa dua stik golf, parang, linggis, golok, dan pipa besi nan diduga digunakan saat penganiayaan.

"Kalau memang digunakan untuk kejahatan, proses hukum. Dan komitmen kita tetap jaga Surabaya aman," ucapnya.

Edy menambahkan, penggeledahan dilakukan setelah pihaknya menerima info adanya sajam nan disembunyikan di markas tersebut.

"Kita telah melakukan penggeledahan di Jalan Teuku Umar. Sebagaimana info bahwa ada sekelompok menyembunyikan sajam. Namun demikian saat ini sudah kita amankan," kata Edy.

Ia berambisi pengusutan kasus ini dapat membikin situasi keamanan di Surabaya kembali kondusif.

"Masing-masing golongan masyarakat bisa menahan diri dan menahan emosi. Jangan sampai terprovokasi pihak-pihak nan tidak bertanggung jawab sehingga bakal memperkeruh situasi," ujarnya.

Edy menegaskan pihaknya tidak bakal segan menindak siapa pun nan membikin kericuhan di Surabaya.

"Tentunya kita sebagai abdi negara penegak norma tidak bakal segan-segan menindak siapapun nan bakal melakukan upaya-upaya membikin kericuhan di Kota Surabaya," kata dia.

"Sehingga harapannya masyarakat mempercayakan semua proses ini kepada kepolisian," lanjutnya.

SL sekarang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolrestabes Surabaya. Ia dijerat Pasal 262 KUHP tentang tindak pidana kekerasan nan dilakukan secara bersama-sama terhadap orang alias peralatan di muka umum.

(frd/gil)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional