Jakarta - Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) relawan Global Sumud Flotilla 2026 korban penangkapan Israel telah tiba di RI. Dubes Palestina untuk RI, Abdulfattah A.K. Al-Sattiri, mengapresiasi para WNI tersebut.
"Saya sangat senang berada di sini berbareng saudara-saudari saya, dan saya mau memandang mereka semua, kalian adalah pahlawan, kalian kembali ke negara kalian dengan selamat," kata Abdulfattah sembari menggandeng tangan relawan nan baru tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (24/6/2026).
Abdulfattah juga mengucapkan terima kasih atas semua support Indonesia kepada negara Palestina. Dirinya menyebut selalu bermohon agar para relawan ini diberi keselamatan.
"Saya mau mengucapkan terima kasih kepada kalian semua atas support besar kepada rakyat saya di Gaza dan Palestina," sebutnya.
"Terima kasih banyak atas support besarnya kepada rakyat ku dan Insyaallah Palestina bakal merdeka," tambahnya.
Sebelumnya, kesembilan relawan itu melangkah keluar dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, sekitar pukul 16.25 WIB. Mereka terlihat mengenakan keffiyeh alias syal unik Palestina.
Kerabat para WNI itu juga menyambut kehadiran mereka dengan dengan spanduk dan bendera Palestina. Mereka terdengar berteriak-teriak saat para WNI tersebut keluar dari gedung terminal.
Penangkapan sembilan WNI ini berasal saat pasukan Israel mulai mencegat sejumlah kapal support kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) pada Senin (18/5) lalu. Sejumlah kapal GSF dicegat secara bertahap, menyebabkan sejumlah relawan GSF ditangkap Israel.
Semua relawan GSF, termasuk sembilan WNI, telah bebas pada Kamis (21/5) waktu setempat. Mereka tiba lebih di Turki menggunakan pesawat nan disewa otoritas setempat.
Sejumlah WNI nan ditangkap Israel melaporkan mendapat perlakuan tak manusiawi. Bahkan beberapa diantaranya mengabarkan mendapat kekerasan bentuk seperti dipukul alias disetrum. Berikut daftar sembilan WNI nan sempat diculik tentara Israel berasas laporan GPCI:
1. Herman Budianto Sudarson (GPCI-Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
2. Ronggo Wirasanu (GPCI-Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
3. Andi Angga Prasadewa (GPCI-Rumah Zakat) Kapal Josef
4. Asad Aras Muhammad (GPCI-Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1
5. Hendro Prasetyo (GPCI-SMART 171) Kapal Kasr-1
6. Bambang Noroyono (Republika) Kapal BoraLize
7. Thoudy Badai Rifan Billah (Republika) Kapal Ozgurluk
8. Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) Kapal Ozgurluk
9. Rahendro Herubowo (Tim Media GPCI dan iNews) Kapal Ozgurluk.
(ial/dek)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·