Binti Mufarida , Jurnalis-Kamis, 24 September 2026 |16:32 WIB

Dua pulau baru terlhat di area Anak Krakatau.
JAKARTA - Dua pulau baru muncul di sektor barat laut dan tenggara Gunungapi Anak Krakatau, Selat Sunda, pada Selasa (22/9/2026). Kemunculan daratan baru ini diduga berangkaian erat dengan aktivitas erupsi menerus nan melanda gunung api aktif tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyampaikan bahwa keberadaan dua pulau baru tersebut awalnya diketahui berasas laporan dan pengarsipan foto dari para pelaut serta relawan nan berlayar di area Gunungapi Anak Krakatau.
Lana menjelaskan, pulau di sektor barat laut berjarak sekitar 760 meter dari pesisir tubuh Anak Krakatau, sementara pulau di sektor tenggara berjarak sekitar 495 meter.
"Jika ditarik garis lurus, kedua pulau tersebut membentuk kelurusan berarah barat laut–tenggara, dengan kawah Gunungapi Anak Krakatau berada di antara keduanya. Kemunculan kedua pulau baru tersebut juga terlihat pada gambaran satelit Sentinel dan diinterpretasikan berangkaian dengan erupsi menerus Anak Krakatau. Meski demikian, apakah kedua pulau tersebut merupakan pusat erupsi baru alias bukan, tetap memerlukan info terbaru, analisis, serta kajian lebih lanjut," ujar Lana dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/9/2026).
Ia menambahkan, Gunungapi Anak Krakatau merupakan gunung api aktif jenis A di Selat Sunda nan dipantau dari Pos PGA Kalianda (Lampung) dan Pasauran (Banten). Gunung ini mempunyai sejarah erupsi besar dan tsunami pada 1883 serta 2018. Setelah aktivitas berskala rendah berjalan hingga Desember 2023, erupsi kembali terjadi mulai 2 Juli 2026.
"Sejak 2 Juli 2026, status aktivitas Gunungapi Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga). Seri erupsi jenis Strombolian nan menghasilkan lontaran batu pijar dan abu vulkanik terus berjalan hingga tanggal 3 September 2026," lanjut Lana.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·