Dua Lukisan Renoir Dicuri dari Museum di Prancis

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Seorang polisi berdiri di depan pintu masuk Museum Renoir pascapencurian empat lukisan senilai sembilan juta euro di Cagnes-sur-Mer, Prancis, Selasa (8/9/2026). Foto: Valery Hache/AFP

Dua lukisan karya pelukis terkenal Prancis, Pierre-Auguste Renoir, dicuri dari Museum Renoir di Cagnes-sur-Mer, French Riviera, pada Selasa (8/9).

Wali Kota Cagnes-sur-Mer Bryan Masson mengatakan pencurian terjadi sesaat sebelum pukul 06.00 waktu setempat. Pelaku masuk ke area museum setelah membikin lubang pada pagar taman.

Petugas kepolisian beroperasi di depan pintu masuk Museum Renoir pascapencurian empat lukisan senilai sembilan juta euro di Cagnes-sur-Mer, Prancis, Selasa (8/9/2026). Foto: Valery Hache/AFP

Alarm museum bersuara dan polisi segera datang ke lokasi. Para pencuri sempat membawa empat lukisan karya Renoir, tetapi dua di antaranya ditinggalkan di taman saat mereka dikejar polisi.

Dua lukisan nan sukses dibawa kabur adalah "Madame Colonna Romano" dan "Young Woman at the Well". Kedua karya tersebut merupakan koleksi Museum Orsay di Paris nan sedang dipinjamkan kepada Museum Renoir di Cagnes-sur-Mer.

"Ini adalah karya Renoir, tidak ternilai harganya. Anda tidak bisa menjualnya begitu saja," kata Masson kepada wartawan di depan museum.

Museum Renoir didirikan pada 1960 di rumah besar nan pernah ditempati Renoir di sebuah area perbukitan dekat Nice. Pelukis aliran Impresionisme tersebut meninggal di rumah itu pada 1919.

Saat pencurian terjadi, museum memamerkan 13 lukisan karya Renoir serta sekitar 40 patung, perabot, dan foto nan berangkaian dengan sang seniman.

Pencurian tersebut terjadi di tengah meningkatnya tindakan kejahatan terhadap museum dan koleksi seni di Eropa.

Badan kepolisian Eropa, Europol, bulan lampau mengatakan pencurian karya seni di Eropa semakin melibatkan tindakan kekerasan. Menurut Europol, golongan pencuri ahli juga mulai digantikan oleh pelaku oportunis nan direkrut melalui media sosial.

Salah satu kasus nan menjadi perhatian adalah pencurian di Museum Louvre, Paris, pada Oktober 2025. Dalam tindakan tersebut, pencuri membawa kabur perhiasan senilai 88 juta euro alias sekitar Rp1,7 triliun, termasuk tiara milik Permaisuri Eugénie.

Sejumlah museum lain di Prancis juga menjadi sasaran pencurian dalam beberapa bulan terakhir.

"Kini mereka menyerang semua museum. Kita kudu bereaksi," kata Luc, seorang penduduk nan tinggal di dekat Museum Renoir, kepada BFM TV.

Luc mengatakan dirinya terbangun akibat bunyi kehadiran polisi setelah sirine museum berbunyi. Ia juga menilai letak museum nan cukup terpencil menjadi salah satu aspek nan membuatnya rentan terhadap pencurian.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan