Dua Kubu Keraton Solo Bersaing Gelar Acara Sekaten, Pemkot Buka Suara

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Episode drama perebutan kewenangan atas takhta Keraton Surakarta, Solo, Jawa Tengah (Jateng) tetap terjadi hingga detik ini antara kubu Pakubuwono (PB) XIV Purbaya dan Pakubuwono (PB) XIV Mangkubumi.

Kali ini mengenai gelaran Sekaten. Kubu PB Purbaya menggelar Sekaten di Alun-alun selatan sejak 25 Juli lalu.

Sementara itu, di sisi lain, kubu PB Mangkubumi beserta Lembaga Dewan Adat (LDA) menggelar sekaten di Alun-alun Utara nan saat ini tetap dalam proses pemasangan sejumlah wahana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah Kota Solo pun buka bunyi soal gelaran sekaten oleh dua kubu PB nan berbeda kewenangan atas takhta tersebut.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, merespons perhelatan Sekaten baik di Alun-alun Utara maupun Alun-alun Selatan Keraton Solo. Dia mengaku tak masalah ada dua titik gelaran keramaian Sekaten tersebut.

Menurutnya Pemkot Solo mendukung aktivitas nan memberikan akibat positif bagi warga.

"Ya begitu lah ya. Intinya mendukung semuanya alias gimana? Ya begitu lah, nan krusial berfaedah buat masyarakat," ujar Respati saat ditemui di Balai Kota Solo, Senin (27/7) dikutip dari detikJateng.

Meski mendukung, Respati menekankan pentingnya tertib administrasi. Ia meminta seluruh pihak penyelenggara untuk melengkapi dokumen-dokumen perizinan nan diperlukan agar aktivitas melangkah lancar.

"Saya berambisi dokumen-dokumen minta bisa dilengkapi," tegasnya.

Terkait adanya logo Pemkot Solo nan tercantum dalam iklan alias tulisan di area Alun-alun Utara, Respati mengaku belum mengetahui secara pasti legalitas pencantuman logo tersebut.

"(Soal logo Pemkot) Nggak tahu. Oke, wis ya, tak nyambut gawe sik (sudah ya, mau kerja dulu)," kata dia.

Pernyataan kubu Purbaya

Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbay, mengatakan sekaten pihaknya telah digelar sejak 25 Juli 2026 dan bakal berhujung pada awal September.

"Kalau nan di selatan itu izinnya setahu saya mulai 25 Juli sampai awal September, tanggal 5 apa 8 September gitu," kata Rumbay, Senin ini dikutip dari detikJateng.

Rumbay mengatakan awalnya mau menggelar Sekaten di Alun-alun Selatan dan Utara. Namun, 2025 kemarin sempat tidak dibolehkan Lembaga Dewan Adat (LDA), maka tahun ini hanya menggelar di Alun-alun Selatan saja.

"Kan sebenarnya, izinnya dari Sinuhun Pakubuwono XIII itu kan si penyelenggara itu kan Alun-alun Selatan dan Utara. Nah, tapi kan utaranya terus dijelek-jeleki sama LDA itu, tahun kemarin Pakubuwono XIII itu kan memberikan izin pada Diana Ria untuk memakai Alun-alun Utara dan Selatan," bebernya.

"Kemudian Alun-alun Utaranya dikatakan oleh Kanjeng Wira dan Gusti Moeng bahwa itu tidak bisa dipakai lantaran sebagai jalur hijau, ruang terbuka hijau," sambungnya.

Untuk itu, pihaknya menggelar Sekaten di Alun-alun Selatan. Dia juga mempertanyakan sikap LDA nan tahun lampau melarang, justru tahun ini dipakai untuk Sekaten.

"Jadi lantaran kemarin ada kata-kata tidak boleh digunakan itu dari nan tahun lampau lho. Nah itu nan membikin kita sebenarnya akhirnya protes gitu lho. Kenapa kok kemarin tahun lampau Anda ngomong kayak gitu kok sekarang Anda pergunakan gitu lho," terangnya.

Pernyataan kubu Mangkubumi

Sementara itu, Ketua Eksekutif LDA, KPH Eddy Wirabhumi mengatakan pihaknya didukung semua unsur, termasuk dari jejeran pemda untuk gelaran Sekaten tersebut.

"Hari ini panjenengan lihat semua, mulai dari keamanan hadir, dari dinas mengenai pemerintah kota semua juga hadir, dan semua juga siap men-support kegiatan. Ada Dishub, Disdag, DLH," terangnya, Senin.

Dia pun menanggapi ultimatum pihak Purbaya agar Sekaten di Alun-alun Utara segera dibongkar, alias bakal dibawa perkara itu ke ranah hukum.

Merespons santai, dia mempersilakan andaikan persoalan itu dibawa ke jalur hukum.

"Saya rasa ke sana bakal lebih oke gitu ya," katanya, dikutip dari detikJateng.

Meski ada permintaan membongkar wahana di Alun-alun Utara, Edyd mengaku menanggapi segala persoalan nan ada dengan kepala dingin. Ia menyebut pihaknya lebih memilih mengedepankan pendekatan nan positif.

"Kami kan menghadapinya sebenarnya dengan senyuman gitu, kita mau ciptakan suasana nan baik," ujarnya.

Terkait gelaran Sekaten oleh pihaknya di Alun-alun Utara, dia bilang saat ini tetap dalam proses pemasangan sejumlah wahana. Sedangkan malam hari, sejumlah wahana proses uji coba.

"Kita pembukaan tanggal 2 Agustus sampai tanggal 30 Agustus 2026," kata Eddy.

Mengenai pemilihan letak di Alun-alun Utara, Edy menyebut lantaran nantinya bakal terhubung dengan Masjid Agung Solo. Mengenai izin nan dipersoalkan kubu PB XIV Purbaya, Edy menyatakan telah mendapat izin dari PB XIV Mangkubumi.

"Alun-alun Utara ya, sekaten penyelenggaraannya di situ. Nanti kan otomatis dengan masjid, dengan Pagelaran, juga ada pentas kesenian di Sitihinggil. Ya, lantaran kan kita juga ada izin tersendiri dari Raja kami ya. Jadi menurut saya itu tidak perlu ditanggapi," kata dia.

Baca buletin lengkapnya di sini.

(tim/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional