Dua Kali OTT KPK Bocor?

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

KPK menggelar dua kali operasi tangkap tangan (OTT) dalam sepekan terakhir. Dua operasi senyap itu masing-masing menjaring Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, dan Bupati Langkat, Syah Afandin.

Diduga info mengenai dua OTT ini sempat bocor sebelum para pihak diamankan.

Dalam OTT di Kuansing, KPK sempat tak menemukan keberadaan sang Bupati. Dalam proses pencarian tersebut, KPK juga memperoleh info bahwa Suhardiman sempat dijemput oleh pihak tertentu. KPK tetap mendalami gimana Suhardiman dapat mengetahui keberadaan tim nan tengah melakukan operasi di Riau.

Sementara, dalam OTT di Langkat, KPK menyebut Syah Afandin telah mengetahui dirinya sedang dipantau oleh lembaga antirasuah. Ia apalagi membatalkan pertemuannya dengan sosok penyuap. Meski begitu, Syah Afandin membantah dirinya sudah tahu bakal di-OTT KPK.

Terkait kejadian ini, Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menjelaskan OTT namalain penyelidikan tertutup ini semestinya tidak diketahui oleh publik.

"Terkait untuk penyelidikan tertutup memang semestinya itu tidak diketahui publik alias artinya tidak ada pihak-pihak nan dimintai oleh tim penyelidik untuk diklarifikasi. Artinya tim penyelidik langsung turun ke lapangan," kata Taufik dalam bertemu pers, Jumat (3/7).

Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menyampaikan keterangan mengenai operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Langkat di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2026). Foto: Youtube KPK

Taufik menduga, kehadiran tim penyelidik ke suatu letak bisa saja menjadi indikasi bagi para pihak nan diduga korupsi bahwa bakal dilakukan OTT.

“Nah ketika turun ke lapangan itulah ada mungkin indikasi-indikasi diketahui lantaran memang mungkin orangnya sudah pernah datang ke Langkat alias memang ada informasi-informasi nan diketahui ini orang-orang KPK,” ucapnya.

KPK Akan Dievaluasi

Ilustrasi Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: Abil Achmad Akbar/kumparan

Ia menegaskan, masalah ini tetap bakal didalami lebih lanjut. Evaluasi bakal mencakup metode pengerahan tim penyelidik ke lapangan agar tidak mudah terdeteksi oleh pihak luar.

“Jadi memang ini tetap perlu pendalaman lebih lanjut untuk kenapa pihak-pihak luar itu mengetahui kemudian informasi-informasi bahwa tim bakal turun ke Langkat. Jadi ini bukan memang bocor dari luar tapi memang ini dugaan-dugaan saja bahwa orang itu mungkin pun juga mengira-ngira bahwa ada tim nan tim KPK nan turun ke wilayah sehingga kemudian dilakukan antisipasi-antisipasi,” katanya.

Meski begitu, Taufik menyebut, upaya antisipasi dari pihak nan menjadi sasaran tidak membikin operasi penindakan gagal, lantaran tim di lapangan tetap melakukan serangkaian aktivitas penyelidikan hingga akhirnya sukses menemukan bukti tindak pidana.

“Dari pengetahuan kejahatan kan selalu ada meninggalkan jejak-jejak sehingga tim di lapangan tetap berupaya untuk melakukan penyelidikannya,” ucapnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan