Draf Kesepakatan Iran-AS Bocor, Selat Hormuz akan Dibuka Bertahap

Sedang Trending 5 jam yang lalu
Draf Kesepakatan Iran-AS Bocor, Selat Hormuz bakal Dibuka Bertahap Ilustrasi.(AFP)

TELEVISI pemerintah Iran melaporkan bahwa pihaknya telah memperoleh draf awal kerangka kerja kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) mengenai upaya penyelesaian bentrok antara kedua negara.

Menurut laporan tersebut, draf nan disebut tetap berkarakter sementara itu memuat sejumlah poin utama, termasuk rencana pemulihan aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz dan penarikan sebagian kekuatan militer AS dari area sekitar Iran.

Dalam kerangka kerja itu, Iran disebut bakal mengembalikan lampau lintas pelayaran komersial melalui Selat Hormuz ke kondisi normal seperti sebelum perang dalam waktu satu bulan. 

Sebagai imbalannya, Amerika Serikat dikabarkan bakal mencabut blokade laut terhadap Iran dan menghentikan gangguan terhadap kapal-kapal nan keluar masuk wilayah Republik Islam tersebut.

"Amerika Serikat telah berkomitmen untuk mencabut blokade laut Iran dan menghentikan gangguan terhadap kapal-kapal nan melintas ke alias dari Republik Islam Iran," demikian laporan televisi pemerintah Iran dilansir AFP, Kamis (28/5).

Sejak 13 April 2026, AS diketahui memberlakukan blokade laut terhadap sejumlah pelabuhan dan wilayah pesisir Iran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara. 

Sementara itu, Iran tetap menguasai Selat Hormuz nan menjadi jalur strategis pengedaran daya global. Berdasarkan draf tersebut, Iran bakal tetap memegang kendali atas pengelolaan jalur pelayaran di Selat Hormuz, termasuk melakukan pemeriksaan kapal dan mengenakan biaya jasa kepada kapal-kapal nan melintas.

Namun, komitmen itu disebut tidak bertindak bagi kapal militer. Laporan itu juga menegaskan Teheran belum menyetujui pembukaan penuh Selat Hormuz tanpa syarat. Mengenai keberadaan militer AS di kawasan, draf tersebut menyebut Washington telah memberikan komitmen kepada Republik Islam Iran mengenai masalah ini.

Meski demikian, isi arsip belum menjelaskan secara rinci apakah penarikan pasukan hanya bertindak untuk personel nan dikerahkan sebelum dan selama perang, alias juga mencakup pangkalan militer permanen AS di area Teluk.

Laporan televisi pemerintah Iran itu menyebut setelah tercapai kesepakatan awal mengenai kerangka kerja, Teheran dan Washington bakal memasuki tahap negosiasi selama 60 hari untuk membahas rincian lebih lanjut.

"Jika negosiasi mencapai kesepakatan akhir selama periode 60 hari tersebut, kesepakatan ini diharapkan bakal disetujui melalui resolusi mengikat Dewan Keamanan PBB," demikian isi laporan tersebut.

Meski begitu, televisi pemerintah Iran menekankan bahwa draf nan beredar saat ini tetap belum final dan dapat berubah sesuai perkembangan negosiasi antara kedua negara. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia