Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino(Dok DDJP)
KOMISI D DPRD DKI Jakarta mendorong Dinas Bina Marga DKI Jakarta untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan prasarana dasar masyarakat dalam penyusunan dan penyelenggaraan anggaran.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino nan juga koordinator Komisi D menegaskan, program-program nan berangkaian langsung dengan kebutuhan masyarakat tidak boleh terabaikan akibat keterbatasan anggaran.
Pelaksanaan program pun tidak boleh lambat. Pemenuhan prasarana dimaksud yakni, perbaikan jalan lingkungan, pengaspalan jalan, dan penerangan jalan umum (PJU).
“Jangan sampai hal-hal nan mendasar nan dibutuhkan masyarakat gak ada duitnya (anggaran). Terus lambat,” ujar Wibi.
Sebagai kota nan tengah beralih bentuk menjadi kota global, lanjut dia, Jakarta kudu berfokus pada pembangunan prasarana nan lebih berorientasi pada kenyamanan dan keselamatan warga. Khususnya pejalan kaki.
Karena itu, Wibi meminta Dinas Bina Marga punya sasaran jelas. Pembangunan trotoar sangat krusial untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota nan ramah bagi pejalan kaki.
Menurut dia, Pemprov DKI kudu memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sebelum membahas konsep-konsep pembangunan kota nan lebih kompleks.
“Isu pejalan kaki. Isu jalan berlobang. Isu jembatan dan kemacetan. Karena ini aspirasi mendasar dari teman-teman,” kata Wibi.
Sementara itu, Anggota Komisi D Matnoor Tindoan menyoroti tetap ada ruas jalan nan belum dilengkapi trotoar dan sarana pengaman bagi pengguna jalan.
Kondisi demikian berpotensi membahayakan masyarakat. Terutama pada ruas jalan nan berbatasan langsung dengan sungai alias saluran air. Perlu pembatas nan aman.
“Supaya tidak membahayakan warga,” kata dia.
Untuk itu, dia meminta Dinas Bina Marga memperhatikan pembangunan akomodasi keselamatan jalan. Seperti trotoar maupun pagar pengaman.
Terutama di lokasi-lokasi nan berisiko. Sehingga, masyarakat tetap kondusif beraktivitas di ruang publik. “Nah, ini kan tugas kita,” tukas Matnoor. (RO/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·