Awaludin
, Jurnalis-Jum'at, 25 September 2026 |10:06 WIB

Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono saat jenguk korban KM Virgo Transport 8 (foto: dok ist)
JAKARTA - Persoalan muatan dan stabilitas kapal menjadi sorotan dalam investigasi kecelakaan KM Virgo Transport 8. Berat kendaraan dan peralatan nan diangkut serta penempatannya di dalam kapal dinilai perlu diperiksa untuk memastikan kesesuaiannya dengan keahlian kapal.
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan interogator pegawai negeri sipil (PPNS) melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap aspek tersebut.
"Saya serahkan kepada KNKT untuk menyelidiki muatan nan diangkut oleh kapal tersebut. Apakah kapal tersebut tetap mempunyai keahlian untuk mengangkut muatan tersebut,” kata Bambang dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, penyebab kecelakaan tidak dapat semata-mata dikaitkan dengan usia kapal. Dia menilai kapabilitas dan berat muatan, penempatan kendaraan, stabilitas kapal, sumber daya manusia, serta sistem keselamatan pelayaran perlu menjadi bagian dari investigasi.
Ia menyebut KM Virgo Transport 8 berumur sekitar 39 tahun. Menurutnya, usia kapal bukan satu-satunya parameter kepantasan lantaran kapal dapat tetap beraksi selama memenuhi standar pemeriksaan, perawatan, dan keselamatan.
“Kapal ini KM Virgo Transport 8 tetap relatif muda ialah 39 tahun. Apalagi kapal ex Jepang mempunyai teknologi nan tinggi. Bahkan plat dari kapal Jepang semua menggunakan plat high tensile nan mempunyai kekuatan tekuk, tekan, dan tarik (strength) nan sangat kuat,” ujarnya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·