DPR: Kinerja Bahlil Lahadalia Harus Diukur dari Fakta Kerja, bukan Survei

Sedang Trending 2 hari yang lalu
 Kinerja Bahlil Lahadalia Harus Diukur dari Fakta Kerja, bukan Survei Menteri ESDM Bahlil Lahadalia(Antara)

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae menilai kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia tidak semestinya hanya diukur berasas hasil survei semata. Menurutnya, penilaian terhadap seorang menteri kudu mempertimbangkan capaian kebijakan dan faedah nyata nan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ridwan menegaskan bahwa langkah-langkah konkret, seperti menjaga keterjangkauan nilai BBM bersubsidi, membuka ruang bagi keterlibatan pengusaha lokal di wilayah penghasil, serta konsistensi dalam mendorong agenda hilirisasi nasional, merupakan bukti nyata kerja nan berakibat pada perekonomian rakyat.

“Rakyat lebih suka memandang kebenaran daripada membaca survei. Kalau memandang langkah-langkah nan dilakukan Pak Bahlil, ada sejumlah kebijakan konkret nan patut diapresiasi,” kata Ridwan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (15/10).

Ia menambahkan bahwa Bahlil telah menunjukkan performa nan patut diperhitungkan melalui tiga pilar utama: menjaga stabilitas nilai energi, pemberdayaan pengusaha daerah, dan penguatan struktur industri melalui hilirisasi. "Jangan hanya memandang nomor survei, tetapi lihat kebenaran dan hasil kerjanya bagi rakyat,” ujarnya.

Stabilitas Harga BBM dan Keberpihakan Lokal

Ridwan menyoroti ketegasan pemerintah di bawah kepemimpinan Bahlil dalam menjaga nilai BBM bersubsidi agar tetap terjangkau. Hal ini dinilai krusial mengingat kondisi geopolitik dunia nan tidak menentu serta ketidakpastian nilai daya bumi nan terus bergejolak.

Stabilitas nilai daya tersebut, lanjut Ridwan, sangat krusial untuk melindungi daya beli masyarakat lapisan bawah serta menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi nasional agar tetap stabil.

Selain itu, kebijakan nan memberikan porsi lebih luas bagi pengusaha lokal dalam operasional pertambangan dinilai sebagai langkah strategis. Kebijakan ini memastikan agar pelaku upaya dan masyarakat di wilayah penghasil tidak sekadar menjadi penonton, melainkan turut menikmati hasil pengelolaan sumber daya alam di wilayah mereka sendiri.

Hilirisasi sebagai Tonggak Ekonomi

Lebih lanjut, Ridwan menekankan bahwa program hilirisasi nan terus didorong oleh Menteri ESDM merupakan tonggak strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas nasional. Program ini tidak hanya memperkuat struktur industri dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pemerataan faedah ekonomi antarwilayah.

Oleh lantaran itu, Ridwan mengimbau publik agar membaca hasil survei secara proporsional. Ia menyarankan agar penilaian dilengkapi dengan pertimbangan objektif atas kompleksitas tantangan nan dihadapi, arah kebijakan nan diambil, serta hasil nyata nan telah diwujudkan bagi kesejahteraan masyarakat luas. (Ant/E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑