Saham-saham perusahaan pelat merah namalain Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memimpin penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan Senin (15/6).
Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, IHSG menguat signifikan. Berdasarkan info RTI Business, indeks saham menguat 302,07 poin (5,03 persen) ke 6.309,7. Beberapa penggerak utama bursa pagi ini salah satunya berasal dari jejeran saham perbankan BUMN (himbara).
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memimpin penguatan dengan raihan 210 poin (5 persen) ke level Rp 4.410 per saham, disusul oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 210 poin (5,9 persen) ke nomor Rp 3.770 per saham, sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melesat 120 poin (4,21 persen) ke posisi Rp 2.970 per saham.
Selain kekuasaan himbara, saham BUMN dari sektor pertambangan dan telekomunikasi turut membukukan rapor hijau. PT Timah Tbk (TINS) menguat tajam 260 poin (7,88 persen). Sedangkan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 220 poin (7,72 persen) ke level Rp 3.070. Sementara PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) naik 80 poin (2,80 persen).
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan perusahaan-perusahaan pelat merah sekarang sedang berada pada performa puncaknya.
“Kita tentu berterima kasih kepada seluruh penanammodal nan menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap pasar modal kita. Kinerja IHSG nan menguat cukup signifikan, termasuk penguatan rupiah, menjadi gambaran nyata bahwa BUMN kita saat ini berada dalam posisi terbaiknya,” ujar Dony dalam keterangannya, Senin (15/6).
Menurut Dony, meskipun pergerakan pasar dalam jangka pendek kerap diwarnai dinamika dan sentimen sesaat, penanammodal pada akhirnya bakal tetap logis dalam memandang realitas keahlian BUMN nan sekarang jauh lebih sehat, efisien, dan menguntungkan.
“Tentu ada rumor dan sentimen nan cukup memengaruhi, tetapi pada akhirnya seluruh penanammodal bakal memandang bukti nyata perusahaan-perusahaan negara kita sedang mencatatkan pencapaian di posisi nan paling optimal,” tegasnya.
Dony menambahkan, rekam jejak positif di beragam sektor strategis ini merupakan momentum penting. Posisi terbaik BUMN saat ini menjadi landasan kuat untuk terus mengakselerasi pembuatan nilai (value creation) sekaligus memberikan imbal hasil nan menjanjikan bagi para investor.
“Teman-teman bisa memandang sendiri laporannya. Baik di sektor perbankan, tambang, infrastruktur, maupun perusahaan BUMN lainnya, semuanya mencatatkan rapor nan sangat memuaskan. Ini adalah bukti bahwa BUMN kita betul-betul berada di posisi terbaiknya untuk terus melesat ke depan,” pungkas Dony.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·