Capres Kolombia, Abelardo de la Espriella (tengah) terlihat di tempat pemungutan bunyi di Bogota, Kolombia, Minggu (31/5/2026).(Antara/Xinhua)
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan ucapan selamat kepada Abelardo de la Espriella setelah kandidat nan didukungnya tersebut dinyatakan unggul dalam putaran kedua pemilihan presiden Kolombia berasas hasil penghitungan sementara.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Minggu (21/6) waktu setempat. Trump memberikan support moral kepada tokoh nan dikenal mempunyai kedekatan visi politik dengannya tersebut.
"Dia menang besar," tulis Trump sebagaimana dilansir dari Anadolu, Senin (22/6).
Meski mendapat klaim kemenangan dari Trump, hasil sementara menunjukkan persaingan berjalan sangat ketat. Berdasarkan info nan dirilis oleh Registri Sipil Nasional Kolombia, De la Espriella memperoleh 49,65% bunyi setelah 99,93% surat bunyi masuk dalam sistem penghitungan cepat.
Kandidat dari Partai Defensores de la Patria itu unggul tipis atas Ivan Cepeda, senator nan diusung koalisi kiri berkuasa Pacto Historico, nan meraih 48,7% suara. Selisih bunyi nan kurang dari 248.000 bunyi membikin hasil pemilihan presiden Kolombia tetap menjadi perdebatan hangat.
Kondisi ini memunculkan ketidakpastian politik mengenai siapa nan bakal memimpin negara Amerika Selatan tersebut untuk periode 2026-2030. Selisih nan sangat mini ini membikin proses pengesahan akhir menjadi sangat krusial.
Gugatan Hukum dan Penolakan Hasil
Situasi politik di Kolombia semakin memanas setelah presiden petahana Gustavo Petro dan Ivan Cepeda secara tegas menolak mengakui hasil sementara tersebut sebagai hasil akhir pemilu. Keduanya menyatakan adanya dugaan ketidakteraturan dalam proses pemungutan dan penghitungan bunyi di lapangan.
Sebagai langkah konkret, kubu Pacto Historico telah menempuh jalur norma untuk menggugat hasil pemilu di puluhan ribu tempat pemungutan bunyi (TPS) di seluruh penjuru Kolombia. Langkah ini diprediksi bakal memperpanjang proses penetapan hasil resmi oleh otoritas pemilu.
Analisis Dampak: Sengketa politik nan berkepanjangan berpotensi memicu polarisasi massa di Kolombia, mengingat kedua kandidat mewakili spektrum politik nan sangat kontras.
Menunggu Verifikasi Resmi
Di sisi lain, kubu Abelardo de la Espriella menilai hasil sementara sudah mencerminkan pilihan kebanyakan rakyat Kolombia. Mereka menyatakan bakal tetap tenang dan menunggu proses pengesahan resmi dari otoritas pemilu sesuai dengan prosedur konstitusi nan berlaku.
Kini, masa depan kepemimpinan Kolombia untuk lima tahun ke depan berjuntai sepenuhnya pada proses verifikasi dan penyelesaian sengketa norma nan sedang berlangsung. Dunia internasional, termasuk Amerika Serikat, terus memantau perkembangan stabilitas politik di negara penghasil kopi tersebut. (Fer/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·