Donald Trump Tangguhkan Sanksi Rusia Demi Negosiasi Damai, Ketegangan AS-Ukraina Meningkat

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Donald Trump Tangguhkan Sanksi Rusia Demi Negosiasi Damai, Ketegangan AS-Ukraina Meningkat Presiden AS Donald Trump menangguhkan hukuman terhadap Rusia demi menjaga proses negosiasi tenteram Ukraine. Keputusan ini memicu kritik tajam dari Volodymyr Zelensky.(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan keputusannya untuk menangguhkan sejumlah hukuman terhadap Rusia. Langkah tersebut diambil sebagai upaya untuk menjaga agar Moskow tetap memperkuat di meja perundingan damai.

"Saya sedang dalam proses memediasi perdamaian dalam perang antara Rusia dan Ukraina," tulis Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social. Ia menambahkan bahwa dirinya tidak mau "melakukan apa pun nan secara konyol bakal menjauhkan Rusia dari meja perundingan."

Trump memblokir sejumlah hukuman terhadap Rusia hanya dua hari sebelum kebijakan tersebut dijadwalkan berlaku. Keputusan ini terjadi di tengah meningkatnya perselisihan antara Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Dalam wawancaranya berbareng NBC News, Zelensky menegaskan berpihak pada Presiden Rusia Vladimir Putin bakal menjadi "kesalahan sejarah."

Di sisi lain, Utusan Rusia Kirill Dmitriev menyambut baik keputusan Trump. Ia menyebut langkah tersebut sebagai "momen krusial dan betul-betul bersejarah," seraya menambahkan bahwa hukuman tersebut sebenarnya dapat memicu "kerusakan serius" bagi pasar AS dan global.

Melalui unggahan nan sama di Truth Social, Trump melontarkan kritik keras terhadap pemimpin Ukraina tersebut. Trump menyatakan bahwa Zelensky "tidak mau mengakhiri perang ini, dan mungkin tidak bakal pernah," sembari menambahkan bahwa "ia bisa saja membikin kesepakatan nan lebih baik dua tahun lampau daripada nan bisa dia dapatkan sekarang."

Pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan sikap Zelensky nan sejak invasi penuh Rusia pada Februari 2022 terus mendesak pengakhiran pertempuran, serta berulang kali menegaskan bahwa Putin tidak menginginkan perdamaian.

Hubungan diplomasi antara Washington dan Kyiv kian memanas setelah AS menyetujui kesepakatan kontroversial untuk mengimpor diesel dari Rusia. Atas kebijakan tersebut, pihak Ukraina menuduh pemerintahan Trump telah menarik support militer kunci bagi negaranya.

Ketegangan semakin terlihat setelah Trump sempat menyebut bahwa Zelensky "lebih susah dihadapi" dibandingkan Putin. Menanggapi situasi tersebut, Zelensky menyindir saat menghadiri KonTT Uni Eropa dengan menyatakan bahwa sangat menyenangkan berada di antara "pemimpin nan sebenarnya." (BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑