Dolar AS Ngamuk Sampai Tembus Rp 18.000, Begini Respons Istana

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi buka bunyi mengenai kondisi pelemahan Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat. Dia meminta agar para pejabat mengenai ekonomi terus melakukan koordinasi untuk melalukan monitoring.

"Berkenaan dengan masalah Rupiah, kami pemerintah dalam perihal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah," kata Prasetyo Hadi, di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (4/6/2026).

Dia menegaskan bahwa kondisi esensial ekonomi Indonesia tetap dalam kondisi nan kuat.

"Tetapi nan pasti bisa kami sampaikan bahwa kita kudu percaya bahwa sesungguhnya esensial ekonomi kita nan tergambar dari pertumbuhan ekonomi, kemudian dari inflasi nan tetap terjaga, insyaallah sesungguhnya kita mempunyai esensial ekonomi nan cukup kuat gitu," katanya.

Diketahui, Pelemahan rupiah di hadapan dolar AS tetap terus berlanjut. Bahkan, sekarang sudah tembus Rp18.000 per dolar AS. Pada perdagangan hari ini, Kamis (4/6/2026), info Refinitiv menunjukkan, per pukul 11.30 WIB, rupiah melemah 0,56% ke level Rp18.040/US$.

Pelemahan ini semakin dalam dibandingkan posisi sebelumnya. Pada pukul 09.11 WIB, rupiah sudah lebih dulu menembus level psikologis Rp18.000/US$ dan berada di Rp18.015/US$ alias terdepresiasi 0,42%.

(emy/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News