Dolar AS Meroket, BYD Pastikan Belum Ada Kenaikan Harga

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Dolar AS Meroket, BYD Pastikan Belum Ada Kenaikan Harga

Dolar AS Meroket, BYD Pastikan Belum Ada Kenaikan Harga (Ilustrasi/Dok Okezone/Erha A Ramadhoni)

JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) apalagi tembus Rp17.871 per dolar AS. Melemahnya nilai tukar rupiah disebut berakibat pada industri otomotif. 

1. BYD Tahan Kenaikan Harga

BYD menyoroti perkembangan ekonomi belakangan ini. Pasalnya, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memberikan akibat pada industri otomotif. 

"Ya kami mengerti dinamika ekonomi saat ini nan dialami oleh Indonesia. Memang cukup berakibat khususnya kepada perusahaan nan melakukan bisnisnya berbasis international trade," kata Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, dikutip Kamis (28/5/2026). 

"Buat BYD contohnya adalah komponen serta beberapa equipment nan kita kudu transaksikan dengan pihak luar," tuturnya. 

Diketahui, dalam industri otomotif, sejumlah produsen berjuntai pada dunia mengenai rantai pasok. Dengan menguatnya dolar AS terhadap rupiah, perihal ini bisa berdampak. 

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com