Ilustrasi (Foto: MEC)
JAKARTA – Meningkatnya usia angan hidup dan perubahan pola aktivitas masyarakat membikin rumor kesehatan tidak lagi hanya berfokus pada umur panjang, tetapi juga kualitas hidup sehari-hari. Di tengah kondisi tersebut, kesehatan mata dinilai menjadi salah satu aspek nan perlu mendapat perhatian lebih, terutama seiring tingginya penggunaan perangkat digital.
Dokter Spesialis Mata Mayapada Eye Centre, dr. Zoraya Ariefia Feranthy, mengatakan gangguan refraksi seperti miopia (rabun jauh) dan astigmatisme (silinder) sekarang semakin banyak ditemukan pada golongan usia produktif.
Menurutnya, kebiasaan memandang layar gawai alias membaca dalam lama panjang membikin mata terus bekerja pada jarak dekat sehingga meningkatkan akibat kelelahan mata dan gangguan penglihatan.
“Miopia dan astigmatisme semakin banyak ditemukan pada golongan usia produktif seiring tingginya penggunaan perangkat digital sejak usia dini. Padahal, kualitas penglihatan merupakan fondasi krusial dalam menjaga kualitas hidup,” ujar Zoraya.
Ia menjelaskan, banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya di depan layar alias membaca dalam waktu lama sehingga mata lebih rentan mengalami kelelahan dan gangguan refraksi. Kondisi tersebut umumnya membikin seseorang memerlukan support kacamata alias lensa kontak untuk memandang dengan lebih jelas.
Namun menurut Zoraya, penggunaan perangkat bantu penglihatan pada sebagian orang juga dapat memengaruhi kenyamanan dan produktivitas sehari-hari. Karena itu, menjaga kesehatan mata dinilai perlu menjadi bagian dari upaya mempertahankan kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari.
Dalam kesempatan nan sama, master sekaligus edukator kesehatan dr. Gia Pratama membagikan pengalamannya mengenai pengaruh kualitas penglihatan terhadap rutinitas dan produktivitas.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·