Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK, Subsp.K.(MI/Naura Putri Aflia)
MEMBATASI asupan gula bagi anak sangatlah krusial untuk menjaga kesehatan sang buah hati, dan menjadi tugas utama bagi para orang tua untuk mengawasi kadar gula nan mereka konsumsi.
Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK, Subsp.K. selaku Dosen FKUI dan Dokter Spesialis Gizi Klinik di RSUPN RSCM mengungkap bahwa World Health Organization (WHO) merekomendasikan asupan gula bagi anak maksimal 10% dari total daya alias sekitar 6 sendok teh.
Ia menjelaskan bahwa anak balita hingga masa SD memerlukan sekitar 1.400 kalori, sehingga batas gula hanya sekitar 140 gram per hari.
“Batas maksimalnya adalah 10%, tapi jika bisa kurang alias sama dengan 5% itu lebih baik,” ujar Dr. Diana dalam menyampaikan rekomendasi kadar gula sederhana nan terbaik bagi anak-anak.
Namun, dia juga menunjukkan info bahwa pada era modern ini, anak usia 1 hingga 8 tahun mengkonsumsi gula sekitar 12 sendok teh sampai 21 sendok teh per hari.
Dalam menghadapi kasus konsumsi gula berlebihan pada anak nan tak kian melambat, Dr. Diana memperingati bahwa pengaruh jelek bakal muncul andaikan gula sederhana dikonsumsi berlebihan oleh buah hati.
“Gula nan ditambahkan saat makan ataupun memasak, dapat menyebabkan anak kelebihan daya sehingga memicu obesitas. Oleh lantaran itu, WHO menyarankan membatasi asupan gula sederhana,” ujar Dr. Diana
Selain itu, dia juga mengungkap pengaruh samping lain nan berisiko bagi kesehatan anak andaikan konsumsi gula berlebih seperti gigi berlubang dan persoalan pada metabolisme.
Dr. Diana mengingatkan bahwa gula sederhana bakal berpengaruh terhadap kesehatan tubuh secara umum, sehingga kadar gula anak kudu dipantau oleh orang tua.
“Tentunya kita kudu memastikan mereka tidak berjuntai pada makanan dan minuman nan manis. Karena umumnya, konsumsi manis berlebihan bisa menjadi suatu kebiasaan, dan tingkat manis nan dicari bakal lebih tinggi lagi,” tutur Dr. Diana ketika menjelaskan sungguh mudahnya makanan dan minuman manis bisa menjadi sumber kecanduan bagi anak-anak.
Dr. Diana menekankan sungguh pentingnya pengawasan kadar gula pada anak sejak awal sebelum konsumsi kadar gula berlebihan sudah menjadi kebiasaan. Ia juga mengingatkan para orang tua untuk menjaga aktivitas anak agar daya dari gula terpakai secara efisien dan mengurangi kesempatan obesitas.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·