Ilustrasi emisi di Jakarta(Antara)
WAKIL Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Purwanti Suryandari mengatakan kualitas udara tetap menjadi tantangan besar bagi Jakarta lantaran berakibat langsung terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas hidup penduduk ibu kota.
Ia meminta masyarakat untuk menjaga kualitas udara melalui kampanye kolaboratif #SatuLangkahDulu. Gerakan ini didorong sebagai upaya membangun kesadaran kolektif penduduk untuk menekan pencemaran udara dari lingkungan masing-masing.
“Setiap langkah sederhana nan dilakukan secara konsisten dan bersama-sama bakal membentuk aktivitas kolektif nan bisa menghadirkan perubahan nyata,” ujar Purwanti dalam keterangan tertulis, Kamis (28/5).
Kampanye tersebut diinisiasi melalui forum Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) Kluster Udara. Gerakan itu melibatkan pemerintah, komunitas, bumi usaha, akademisi, media, hingga masyarakat untuk menghadirkan perubahan melalui tindakan sehari-hari, mulai dari mengurangi sumber emisi hingga penggunaan transportasi ramah lingkungan.
Menurut Purwanti, pengendalian pencemaran udara tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar upaya perbaikan kualitas udara melangkah efektif dan berkelanjutan.
“Menjelang lima abad Jakarta, kita mempunyai tanggung jawab berbareng untuk mewariskan kota dengan udara nan lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi generasi mendatang,” katanya.
DLH DKI Jakarta juga menyiapkan puncak rangkaian aktivasi #SatuLangkahDulu melalui Jakarta Eco Future Fest 2026 nan bakal digelar di Balai Kota DKI Jakarta pada 3–4 Juli 2026.
Kegiatan tersebut dirancang sebagai pagelaran keberlanjutan sekaligus ruang kerjasama beragam pihak dalam mendorong rumor lingkungan perkotaan.
Sementara, Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG Marjuki menilai tantangan pencemaran udara di Jakarta semakin kompleks akibat urbanisasi, pembangunan kota nan masif, hingga akibat perubahan suasana dunia nan berpadu dengan kejadian urban heat island.
Menurut dia, BMKG terus memperkuat penyediaan info kualitas udara dan literasi suasana kepada masyarakat agar dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan di beragam sektor, termasuk transportasi dan industri.
“Karena itu, kita memerlukan tindakan berbareng seperti #SatuLangkahDulu sebagai pemantik perubahan perilaku masyarakat secara nyata, inklusif, dan berkelanjutan,” tutur Marjuki. (Far/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·