DK PBB Kecam Eskalasi Serangan Houthi ke Arab Saudi

Sedang Trending 1 hari yang lalu
DK PBB Kecam Eskalasi Serangan Houthi ke Arab Saudi Ilustrasi serangan Houthi ke Arab Saudi.(Anadolu)

DEWAN Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengecam keras peningkatan serangan golongan pemberontak Houthi nan didukung Iran terhadap Arab Saudi. Kecaman itu mencakup serangan rudal nan dinilai membahayakan keselamatan penerbangan di Bandara Internasional Riyadh serta ancaman terhadap pelayaran komersial di Laut Merah.

Dalam pernyataan berbareng nan disampaikan pada Kamis (15/10) waktu setempat, DK PBB menyoroti serangan Houthi nan terus meningkat dan dinilai memperburuk ketegangan kawasan. Pernyataan tersebut dibagikan oleh Presiden DK PBB, Evangelos Sekeris, nan mewakili Yunani.

DK PBB, nan beranggotakan 15 negara, mengutuk keras serangan Houthi nan berulang dan semakin intensif terhadap Arab Saudi. Dewan juga mengecam serangan serta ancaman golongan tersebut terhadap kapal-kapal komersial nan melintasi Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab.

Dalam pernyataan itu, DK PBB turut menegaskan bahwa Arab Saudi mempunyai kewenangan untuk memihak diri sesuai dengan ketentuan norma internasional. Bandara internasional di Riyadh dilaporkan menjadi sasaran serangan sebanyak 20 kali sejak awal bulan. Serangan pada akhir pekan sebelumnya menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang.

Ketegangan kembali meningkat setelah koalisi ketua Arab Saudi melaporkan sukses mencegat sebuah rudal di wilayah Madinah pada Kamis. Kota tersebut merupakan salah satu kota suci umat Islam.

Houthi membantah berada di kembali serangan ke wilayah Madinah. Kelompok itu sebelumnya berulang kali menyatakan tidak bakal menyerang situs-situs suci Islam.

Di Yaman, Houthi juga melancarkan serangan rudal ke kompleks istana kepresidenan di Aden, nan menjadi ibu kota sementara pemerintahan Yaman. Serangan pada Kamis itu menghantam sejumlah pusat komando di dalam kompleks nan digunakan oleh pasukan pemerintah dan koalisi militer ketua Arab Saudi.

Menteri Kesehatan Yaman Qasim Buhaibeh mengatakan serangan tersebut menewaskan lima orang dan melukai 16 lainnya. Korban terdiri atas petugas nan menjaga kompleks serta pegawai sipil nan bekerja di letak tersebut.

Konflik di Yaman melibatkan golongan Houthi dan pemerintah nan didukung Arab Saudi. Sejak 2015, Riyadh memimpin koalisi militer untuk membantu pemerintah Yaman menghadapi golongan pemberontak tersebut. Perang kembali memanas pada September lampau setelah gencatan senjata nan berjalan selama beberapa tahun runtuh. (AFP/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑