Ditjen Pesantren Resmi Dibentuk, Diminta Tunjukkan Capaian 100 Hari Kerja

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Ditjen Pesantren Resmi Dibentuk, Diminta Tunjukkan Capaian 100 Hari Kerja

Dirjen Pesantren Basnang Said/Kemenag

JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar melantik Basnang Said sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pesantren pertama di Kementerian Agama. Pelantikan berjalan di operation room Kantor Pusat Kemenag, Jakarta.

​​Pembentukan Ditjen Pesantren merupakan petunjuk Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 152 Tahun 2024 tentang Kementerian Agama nan terbit pada 27 Maret 2026.

Pemerintah meminta agar Ditjen Pesantren kudu bisa menunjukkan capaian berarti dalam 100 hari pertama. Capaian tersebut memerlukan kerja berbareng seluruh jajaran.

“Dalam 100 hari pertama, Ditjen Pesantren kudu bisa menunjukkan capaian nan berarti bagi pesantren. Sebelum tahun 2027, capaian itu kudu bisa kita tunjukkan kepada Menteri Agama,” ujar Dirjen Pesantren Basnang Said, di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, penguatan Ditjen Pesantren kudu bertumpu pada tiga kegunaan utama pesantren, ialah pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan. Karena itu, penataan organisasi dan sumber daya manusia menjadi bagian krusial dalam membangun fondasi kelembagaan baru tersebut.

“Ditjen Pesantren sudah resmi terbentuk. Tanggung jawab pelaksanaannya sekarang kita emban bersama,” katanya.

Basnang juga menekankan pentingnya percepatan sejumlah program strategis, termasuk digitalisasi, sanitasi, dan penanganan kekerasan seksual di pesantren. Ia mengingatkan agar penyerapan anggaran selalu diikuti penyelenggaraan aktivitas dan capaian nan dapat diukur.

Sementara itu, Inspektur II Inspektorat Jenderal Kemenag, Mohamad Ali Irfan menekankan perlunya penajaman perencanaan berbasis fungsi, output, dan info tunggal. Menurutnya, nomenklatur anggaran perlu disusun agar tidak terjadi plagiatisme program dan setiap rupiah dapat ditelusuri manfaatnya.

“Penajaman KRO/RO bukan sekadar perbaikan administratif, melainkan fondasi agar setiap rupiah anggaran dapat dilacak manfaatnya,” jelasnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑