Dishub DKI Bakal Tambah CCTV dan Pengeras Suara di Pelican Crossing

Sedang Trending 17 jam yang lalu

Jakarta -

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bakal menambah kamera pengawas (CCTV) dan pengeras bunyi di pelican crossing. Langkah itu sebagai upaya meningkatkan kepatuhan pengguna jalan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan CCTV dan pengeras bunyi nantinya bakal terhubung dengan Network Operation Center (NOC). Petugas nantinya bisa memberi peringatan dan edukasi secara langsung kepada pengendara dan pejalan kaki.

"Ke depan, Dishub DKI juga bakal menambah kamera CCTV serta pengeras bunyi nan terhubung dengan Network Operation Center (NOC) untuk memberikan peringatan dan edukasi secara langsung kepada pengendara maupun pejalan kaki," kata Budi dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dishub DKI berbareng Polda Metro Jaya juga terus melakukan pengawasan di pelican crossing melalui petugas di lapangan dan kamera CCTV nan sudah terpasang.

Budi mengatakan pelican crossing merupakan akomodasi keselamatan nan kudu dipatuhi seluruh pengguna jalan. Saat lampu penyeberangan menyala hijau, kendaraan wajib berakhir di belakang garis henti (stop line) dan memberikan prioritas kepada pejalan kaki.

"Menerobos pelican crossing saat lampu merah menyala bukan hanya merupakan pelanggaran lampau lintas, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan pejalan kaki dan berpotensi menimbulkan kecelakaan lampau lintas nan mengakibatkan korban luka maupun korban jiwa," tegasnya.

Budi mengatakan pelican crossing Bundaran HI menjadi salah satu titik penyeberangan dengan aktivitas pejalan kaki nan tinggi. Lokasi itu terhubung langsung dengan Stasiun MRT Bundaran HI, Halte TransJakarta, serta berada di area perkantoran, hotel, dan pusat perbelanjaan.

Pihaknya bakal terus mengevaluasi pengaturan waktu pelican crossing jika terjadi peningkatan volume pejalan kaki alias perubahan kondisi lampau lintas. Budi mengimbau seluruh pengguna jalan untuk tertib.

"Pengendara wajib berakhir saat lampu merah menyala dan memberikan prioritas kepada pejalan kaki. Sebaliknya, pejalan kaki juga diimbau menggunakan akomodasi penyeberangan nan tersedia serta memastikan kondisi lampau lintas kondusif sebelum menyeberang. Kedisiplinan berbareng merupakan kunci untuk mewujudkan keselamatan berlalu lintas di Jakarta," pungkasnya.

(bel/amw)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News