Menara Syahbandar belakangan viral di media sosial setelah banyak warganet menjulukinya sebagai “Menara Pisa”-nya Jakarta. Julukan itu muncul, lantaran bangunan peninggalan era VOC tersebut tampak miring ketika dilihat dari bagian depan.
Staf Edukator Museum Bahari, Dhita Amelia, menjelaskan bahwa kemiringan Menara Syahbandar memang terjadi akibat kondisi tanah Jakarta nan terus mengalami penurunan.
“Kalau Menara Pisa itu kenapa bisa dibilang mirip Menara Syahbandar? Karena jika kita lihat dari sisi depan memang terlihat miring,” ujar Dhita, saat ditemui kumparan di Museum Bahari, Jakarta, Rabu (13/5).
Menurutnya, struktur tanah Jakarta nan tidak stabil menjadi salah satu penyebab utama gedung tersebut mengalami kemiringan.
“Tanah Kota Jakarta itu setiap tahunnya mengalami penurunan sekitar 0,1 sentimeter. Itu berakibat juga ke Menara Syahbandar,” katanya.
Lokasi menara nan berada di area pesisir utara Jakarta turut memperparah kondisi tanah. Di samping gedung terdapat sungai, serta jalan raya nan kerap dilalui kendaraan kontainer bertonase besar.
“Nah sungai itu mengakibatkan struktur tanah menjadi gembur. Ditambah jalan raya nan dilalui kontainer besar, akhirnya tanah semakin turun,” jelas Dhita.
Akibat kondisi tersebut, gedung berhistoris itu perlahan terlihat miring ke arah jalan raya.
Meski begitu, pengelola memastikan kondisi Menara Syahbandar tetap kondusif dikunjungi wisatawan. Pihak Museum Bahari telah melakukan penguatan struktur untuk mencegah kemiringan bertambah parah.
“Di bawah Menara Syahbandar sudah dilakukan pengecoran sekitar tujuh meter dari menaranya,” kata Dhita.
Ia menyebut saat ini posisi kemiringan menara berada di nomor sekitar 2,8 sentimeter dan diklaim stabil.
“Walaupun terlihat miring, sebenarnya menaranya tetap stay di kemiringan 2,8 sentimeter. Tidak bakal miring lagi,” tuturnya.
Untuk menjaga keamanan pengunjung, jumlah visitor nan diperbolehkan naik ke atas menara juga dibatasi. hanya sekitar lima orang
Sementara itu, viralnya Menara Syahbandar di TikTok membikin banyak visitor penasaran untuk datang langsung. Salah satunya Arjuno, visitor asal Depok nan mengetahui letak tersebut dari media sosial.
“Pas ke sini memang menaranya agak miring dikit, sih. Jadi, jika dibilang Menara Pisa, ya masuk juga,” kata Arjuno.
Pengunjung lain, Fiqih asal Jakarta Timur, juga mengaku langsung menyadari kemiringan gedung saat pertama kali datang.
“Kemiringannya jelas kelihatan. Bangunannya emang rada menjorok ke belakang,” ujar Fiqih.
Selain menjadi spot foto unik, Menara Syahbandar juga mempunyai nilai sejarah panjang sebagai menara pantau kapal pada masa Batavia. Dari bagian atas menara, visitor dapat memandang area Pelabuhan Sunda Kelapa nan menjadi cikal bakal berkembangnya Kota Jakarta.
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·