Dirut Bulog Buka Suara Keterlambatan SPHP Jagung untuk Peternak

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Tangguh Yudha , Jurnalis-Jum'at, 09 Oktober 2026 |16:07 WIB

Dirut Bulog Buka Suara Keterlambatan SPHP Jagung untuk Peternak

Peternak Jagung (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani buka bunyi soal keterlambatan penyaluran jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) nan baru-baru ini dikeluhkan para peternak.

Ia menjelaskan hambatan tersebut terjadi lantaran masalah distribusi, salah satunya penutupan sementara Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Menurutnya, kondisi tersebut menghalang proses pengiriman dalamk memenuhi kebutuhan peternak.

"Masalah keterlambatan dan sebagainya lantaran proses (pengiriman). Karena kemarin kita ketahui berbareng Pelabuhan Ketapang sempat tertutup," ungkap Rizal dalam konvensi pers nan digelar pada Jumat (9/10/2026).

Rizal mengatakan, Bulog telah berkoordinasi dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan PT ASDP Indonesia Ferry agar jalur pengedaran kembali dibuka serta kapal pengangkut bahan pangan mendapat prioritas untuk bersandar di sejumlah pelabuhan.

Ia menyebut koordinasi tersebut mencakup sejumlah pelabuhan, mulai dari Ketapang, Tanjung Perak, Tanjung Emas, hingga Tanjung Priok.

"Kami sudah koordinasikan semua barang-barang nan berangkaian dengan bahan pangan nasional agar diprioritaskan. Dan hasil koordinasi ini di setujui dan di dukung sepenuhnya oleh teman-teman Pelindo dan ASDP dan lain sebagainya," jelasnya.

Di sisi lain, Bulog juga mulai menggerakkan pasokan jagung dari sejumlah sentra produksi untuk memenuhi kebutuhan peternak. Rizal menyebut jagung dari Gorontalo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Sulawesi Selatan telah dikirim ke sejumlah daerah.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑