Dipensiunkan oleh NASA, Mengapa MAVEN Salah Satu Misi Mars Terpenting? 

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Dipensiunkan oleh NASA, Mengapa MAVEN Salah Satu Misi Mars Terpenting?  Wahana Pengorbit MAVEN(Dok.NASA)

NASA resmi mengakhiri misi wahana pengorbit Mars Atmosphere and Volatile Evolution (MAVEN) setelah kehilangan kontak dengan pesawat antariksa tersebut sejak Desember 2025. Keputusan itu menandai berakhirnya salah satu misi eksplorasi Mars paling sukses dalam sejarah badan antariksa Amerika Serikat tersebut.

Meski para intelektual bersungkawa atas hilangnya wahana nan telah menemani penelitian Mars selama lebih dari satu dekade, mereka juga merayakan beragam pencapaian luar biasa nan sukses diraih MAVEN selama masa operasinya.

Dilansir dari Space, MAVEN telah mengubah pemahaman para intelektual mengenai gimana Mars berevolusi dari planet nan diduga pernah mempunyai air melimpah menjadi bumi dingin dan kering seperti nan terlihat saat ini.

Kontak dengan MAVEN lenyap setelah wahana melewati sisi belakang Mars dalam sebuah pemadaman komunikasi rutin. Tim pengendali misi berupaya memulihkan komunikasi selama berbulan-bulan, termasuk mengirimkan beragam perintah untuk mengaktifkan kembali sistem wahana. Namun seluruh upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Investigasi awal menunjukkan bahwa MAVEN muncul dari kembali Mars dalam kondisi mode kondusif sembari berputar sekitar 2,7 kali per menit. Putaran nan tidak semestinya terjadi itu diduga menguras daya baterai hingga akhirnya sistem komunikasi kehilangan pasokan listrik. Hingga kini, penyebab utama anomali tersebut tetap menjadi misteri dan laporan akhir penyelidikan dijadwalkan terbit tahun ini.

Misi Melampaui Target

MAVEN diluncurkan dari Cape Canaveral pada November 2013 dan tiba di Mars kurang dari setahun kemudian. Misi ini merupakan proyek pertama NASA nan secara unik dirancang untuk mempelajari atmosfer Mars.

Saat diluncurkan, MAVEN hanya direncanakan beraksi selama dua tahun. Tugas utamanya adalah mencari tahu gimana Mars kehilangan atmosfer tebal nan dulu memungkinkan air cair memperkuat di permukaannya.

Sebelum MAVEN tiba, para intelektual sebenarnya telah menemukan beragam bukti bahwa Mars pernah mempunyai lingkungan nan lebih basah. Jejak sungai purba, dasar danau, serta delta menunjukkan bahwa air pernah mengalir di permukaan planet tersebut miliaran tahun lalu.

Namun, pertanyaan besar nan belum terjawab adalah gimana Mars kehilangan kondisi nan mendukung keberadaan air tersebut. Di sinilah MAVEN memainkan peran penting.

Selama lebih dari 11 tahun, wahana ini mengelilingi Mars dalam orbit elips dan mengawasi gimana atmosfer planet itu berinteraksi dengan angin Matahari serta lingkungan antariksa di sekitarnya.

*Mengungkap Rahasia Hilangnya Atmosfer Mars*

Salah satu pencapaian terbesar MAVEN adalah membuktikan bahwa aktivitas Matahari mempunyai peran krusial dalam mengikis atmosfer Mars.

Data nan dikumpulkan menunjukkan bahwa angin besar Matahari dapat mempercepat hilangnya partikel-partikel atmosfer ke luar angkasa. Temuan ini membantu menjelaskan gimana Mars secara perlahan kehilangan sebagian besar lapisan atmosfernya selama miliaran tahun.

Tak hanya itu, MAVEN juga menjadi wahana pertama nan mengawasi secara langsung kejadian sputtering atmosfer, ialah proses ketika partikel berenergi tinggi menghantam atmosfer bagian atas dan melemparkan atom-atom ke luar angkasa.

Misi ini juga menemukan jenis aurora baru nan dapat muncul di seluruh wilayah Mars. Selain itu, MAVEN mengungkap bahwa angin besar debu dunia nan kerap melanda Planet Merah bisa mempercepat hilangnya air dari atmosfer.

Menurut peneliti utama MAVEN, Shannon Curry, pemahaman manusia tentang proses hilangnya atmosfer di Mars sekarang apalagi lebih baik dibandingkan pengetahuan mengenai proses serupa di planet lain, termasuk Bumi.

Selama masa operasinya, MAVEN berkontribusi terhadap lebih dari 800 publikasi ilmiah nan menjadi dasar beragam penelitian mengenai perkembangan Mars.

*Jadi Penghubung Komunikasi Mars*

Seiring bertambahnya jumlah misi NASA di Mars, peran MAVEN berkembang melampaui kegunaan ilmiahnya.

Wahana tersebut juga menjadi bagian krusial dari jaringan komunikasi nan menghubungkan rover dan instrumen di permukaan Mars dengan Bumi. Meski hanya menangani sedikit lebih dari 8 persen sesi relai komunikasi, MAVEN sukses mengirimkan nyaris 18 persen dari seluruh info ilmiah nan berasal dari permukaan Mars.

Kemampuan tersebut menjadikannya salah satu aset komunikasi paling berbobot dalam jaringan eksplorasi Mars milik NASA.

Kini, tugas tersebut bakal ditanggung oleh empat pengorbit nan tetap aktif, ialah Mars Odyssey, Mars Reconnaissance Orbiter, Mars Express, dan Trace Gas Orbiter milik Badan Antariksa Eropa. NASA juga tengah mengkaji kemungkinan membangun jaringan telekomunikasi komersial untuk mendukung misi-misi Mars pada masa depan.

Meskipun telah dipensiunkan, para intelektual tetap berambisi dapat memperoleh petunjuk tambahan mengenai nasib MAVEN. Mereka berencana melakukan pengamatan menggunakan kamera pada rover nan berada di permukaan Mars untuk mencoba menemukan posisi wahana tersebut. Jika sukses terlihat, pengamatan itu dapat membantu penyelidik memahami kondisi terakhir MAVEN sebelum komunikasi terputus. Sementara itu, wahana tersebut diperkirakan tetap bakal mengorbit Mars selama 50 hingga 100 tahun ke depan. Pada akhirnya, gesekan dengan atmosfer Mars bakal membikin orbitnya semakin rendah hingga terbakar saat memasuki atmosfer, menyerupai meteor alias bintang jatuh. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia