Dinsos Ungkap Pencuri Ayam yang Tewas Dimassa dari Keluarga Tak Mampu

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta -

Pria berinisial KD tewas dikeroyok penduduk usai diduga mencuri ayam kejuaraan di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menyebut family KD tergolong kurang bisa dan tercatat sebagai penerima support sosial (bansos).

Dilansir detikBali, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Buleleng I Putu Kariaman Putra mengunjungi rumah duka pada Minggu (26/7/2026) berbareng Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng serta Camat Banjar. Menurutnya, situasi di rumah duka berjalan kondusif meski pihak family tetap diselimuti suasana duka.

Kariaman menuturkan family almarhum tergolong kurang bisa dan selama ini telah menerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial. Oleh lantaran itu, pemerintah wilayah berupaya memastikan musibah tersebut tidak menghalang masa depan anak-anak KD.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KD meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Dua di antaranya tetap berstatus pelajar, ialah seorang siswa sekolah dasar (SD) dan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK). Pihak Disdikpora Buleleng bakal mengupayakan support pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP), sekaligus membuka kesempatan support melalui donasi.

Sementara itu, Dinsos P3A mendorong anak KD nan sekarang duduk di bangku SMK agar dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Karangasem. Kariaman menyebut seluruh biaya pendidikan di sekolah tersebut ditanggung penuh oleh pemerintah.

Selain support pendidikan, Pemkab Buleleng juga bakal mengupayakan support pemberdayaan ekonomi bagi istri almarhum. Keluarga KD turut diusulkan sebagai penerima Program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) alias program bedah rumah andaikan memenuhi persyaratan.

Di sisi lain, Dinsos P3A Buleleng memberikan perhatian unik terhadap kondisi psikologis anak-anak korban. Kariaman mengatakan pihaknya telah menyiapkan tim psikolog untuk memberikan pendampingan agar trauma akibat peristiwa maut nan menimpa ayah mereka tidak berakibat berkepanjangan.

"Besok kami melakukan penjangkauan berbareng psikolog untuk mendampingi anak-anak dan family nan bersangkutan," ujar Kariaman.

Baca selengkapnya di sini.

(aik/idn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News