Makassar, CNN Indonesia --
Kepala Dinas Sosial Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Malik Faizal menuturkan bahwa kasus rekening penerima support sosial (bansos) nan diduga digunakan untuk transaksi aplikasi judi online (judol) banyak ditemukan di Kota Makassar daripada wilayah lain di provinsi itu.
"Paling banyak di Makassar. Daerah kota. Kenapa kota? Karena di situ teknologi. Karena judol itu pakai teknologi," kata Malik, Jumat (7/8).
Namun, Malik mengaku pihaknya tidak mempunyai info jumlah pasti dalam kasus tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kasus ini berkarakter sangat bergerak dan bisa beruba dalam hitungan hari," ujarnya.
Persoalan rekening penerima bansos nan terindikasi gambling online, menurut Malik tidak bisa disederhanakan. Pasalnya, kasus ini sangat kompleks dengan beragam lata belakangnya.
"Kasusnya kompleks, berbeda-beda, tidak sama. Jadi ada nan rekeningnya dipakai judol, tapi orangnya tidak judol. nan terhapus itu lantaran terindikasi gambling online," katanya.
Malik menuturkan bahwa kasus serupa pernah terjadi di Kabupaten Takalar, penerima bansos nan merupakan seorang lansia kudu kehilangan kewenangan untuk mendapatkan bantuan, lantaran rekeningnya dipakai anaknya sendiri untuk bermain gambling online tanpa sepengetahuannya.
"Kayak di Takalar itu, nenek-nenek nan punya (rekening) tapi dipakai judol sama anaknya," jelasnya.
Selain itu, kata Malik, pihaknya juga menemukan kasus seorang pendamping penerima PKH nan sama penerima memanfaatkan rekening penerima support untuk transaksi gambling online.
Sementara ini, kata Malik pihaknya menerapkan kebijakan selektif bagi penerima nan rekeningnya dipakai oleh orang lain tanpa sepengetahuan mereka untuk transaksi gambling online dengan diberikan kesempatan untuk dinormalkan kembali dan tetap menerima bantuan.
"Saat ini, kita tengah melakukan "cleansing" info untuk memastikan penerima bansos betul-betul layak, sekaligus mengeluarkan mereka nan sudah tidak memerlukan lantaran tingkat kesejahteraannya meningkat," ungkapnya.
Meski demikian, Malik mengaku jumlah penerima bansos di Sulsel mengalami peningkatan sekitar 10 ribu penerima untuk tahun 2026
"Jika pada Desember 2025 tercatat sekitar 300 ribu family penerima Program Keluarga Harapan (PKH), sekarang nomor tersebut naik menjadi 311 ribu, bertambah sekitar 10 ribu penerima," pungkasnya.
(mir/kid)
[Gambas:Video CNN]
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·