Dinkes: Kondisi Siswa-Guru SMKN 6 Semarang Diduga Keracunan MBG Sudah Membaik

Sedang Trending 7 jam yang lalu
Kepala DKK Semarang Moch Abdul Hakam usai kantornya digeledah KPK. Foto: Dok. Istimewa

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mengungkapkan siswa dan pembimbing SMKN 6 Semarang nan diduga keracunan makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) sekarang telah membaik. Hingga hari ini, Sabtu (1/8), kebanyakan pasien sudah dinyatakan pulih dan tak ada penambahan kasus baru.

Adapun para korban sebelumnya dirawat di Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu.

Kepala Dinkes Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, menyebut seluruh pasien di Puskesmas Halmahera sudah diperbolehkan pulang usai menjalani perawatan.

"Siswa nan sempat dirawat di Puskesmas Halmahera seluruhnya sudah membaik dan dipulangkan. Pasien nan tetap berada di RSUD KRMT Wongsonegoro, RS Bhakti Wira Tamtama, serta Puskesmas Bangetayu juga terus mengalami perbaikan kondisi secara signifikan," ujar Hakam dalam keterangannya.

Ia menegaskan, dari hasil pemantauan juga tidak ditemukan adanya pasien baru.

Siswa SMKN 6 Semarang mendapat perawatan usai diduga kecarunan menyantap MBG, Jumat (31/7/2026). Foto: Dinkes Semarang

Dari sisi pembiayaan, pelayanan kesehatan bagi seluruh korban nan dirujuk ke puskesmas maupun rumah sakit memanfaatkan agunan BPJS Kesehatan.

"Seluruh proses perawatan medis para siswa dan pembimbing melangkah optimal dengan skema penjaminan JKN. Kami memastikan kewenangan pelayanan kesehatan masyarakat terpenuhi sesuai prosedur nan berlaku," ujar Hakam.

Dinkes Kota Semarang tetap bakal melakukan pengawasan. Tim Gerak Cepat (TGC) bakal terus disiagakan untuk memantau perkembangan kesehatan para siswa hingga seluruh pasien rawat inap dinyatakan sembuh total dan dapat beraktivitas kembali.

"Tim TGC tetap siaga di lapangan sampai seluruh kasus terkonfirmasi sehat. Setelah seluruh rangkaian pemantauan selesai dan dinyatakan tuntas, kami segera mengirimkan laporan pembaruan akhir kepada Kementerian Kesehatan melalui sistem SKDR MBG," pungkas Hakam.

Kepala BGN Bakal Suspend SPPG Bermasalah

Kepala BGN Sudaryono menjenguk korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Semarang, Sabtu (1/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, turun langsung menjenguk para korban. Ia menegaskan, tim investigasi saat ini tengah mendalami penyebab kejadian tersebut. Investigasi dilakukan untuk memastikan sumber persoalan sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.

"Tim investigasi tetap bekerja untuk mendalami kasus ini. Kami mau memastikan penyebabnya berasas hasil pemeriksaan nan komprehensif," ujar Sudaryono.

Ia menegaskan, BGN tidak bakal mentoleransi adanya kelalaian dalam penyelenggaraan MBG. Apabila hasil investigasi menemukan adanya pelanggaran alias kelalaian dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), BGN bakal mengambil tindakan tegas.

"Kalau kelak terbukti ada kelalaian, kami bakal melakukan suspend terhadap SPPG nan mengenai sembari menunggu hasil pertimbangan dan tindak lanjut sesuai ketentuan nan berlaku," tegasnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Semarang melaporkan sebanyak 707 orang diduga mengalami keracunan setelah menyantap MBG nan dibagikan di sekolah pada Jumat (31/7). Ratusan orang itu terdiri atas 693 siswa dan 14 guru.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan