Din Syamsudin: Bung Karno Tokoh Indonesia yang Dikagumi Dunia

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Bung Karno Tokoh Indonesia nan Dikagumi Dunia Din Syamsudin (tengah)(dok.istimewa)

MANTAN Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menegaskan hingga sekarang Bung Karno diakui sebagai tokoh nan dikagumi bumi internasional. Dia sendiri sangat mengagumi Bung Karno dengan membaca nyaris semua karya proklamator Republik Indonesia itu, terutama kitab berjudul ‘’Di Bawah Bendera Revolusi’’.   

‘’Bung Karno tak terbantahkan, selain sebagai proklamator, beliau juga tokoh umat Islam Indonesia, apalagi tokoh nan dikagumi bumi internasional. Saya pernah ke Kairo, Mesir, di sana rupanya ada jalan Ahmad Sukarno,’’  ujar Din Syamsuddin dalam aktivitas Haul ke-56 Bung Karno di Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, dikutip Senin (22/6). 

Untuk itu, mantan Ketua Umum MUI Pusat itu membujuk Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) mengikuti jejak Bung Karno memprakarsai perbincangan semua organisasi massa Islam membahas kondisi Indonesia terkini. Dia meminta sayap Islam PDI Perjuangan itu menjadi motor penggerak dialog, mulai dari mengundang peserta sampai memberi akomodasi dialog. 

‘’Bung Karno dikenal sebagai solidarity maker, pemersatu Indonesia nan multikultural, lintas agama, lintas suku, lintas golongan. Bamusi sebagai organisasi sayap Islam PDI Perjuangan mestinya menangkap dan melanjutkan aliran Bung Karno ini dalam corak api, bukan debu,’’ tegas Din Syamsuddin. 

Guru Besar Ilmu Politik di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menilai, masukan dari ormas-ormas Islam untuk pemerintahan sangat krusial agar roda pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto melangkah secara terukur. Dia mencontohkan tidak tepat jika Indonesia saat ini terlibat dalam Board of Peace (BoP) buatan AS karena Palestina tidak memerlukan organisasi perdamaian buatan Presiden Donald Trump itu. 

‘’Kalau saja Bung Karno tetap hidup, beliau tentu tidak setuju Indonesia masuk BoP itu. Darah Bung Karno adalah kemerdekaan tanpa syarat buat Palestina karena kemerdekaan adalah kewenangan segala bangsa,’’ tandas ahli pengetahuan politik lulusan University of California, Los Angeles, (UCLA), AS itu. 

Menurut Din Syamsuddin, Bung Karno tidak hanya dicatat sejarah sebagai solidarity maker, tapi ada tiga label lain nan melekat dalam dirinya. Pertama, Bung Karno dikenal gigih mengintegrasikan wawasan kebangsaan dan wawasan keagamaan, khususnya keislaman. Kedua Bung Karno dikebal pandai berbaur dengan tokoh-tokoh nasional lintas mazhab. Ketiga Bung Karno terkenal dengan konsep Tri Sakti nan selalu digadang-gadangnya. 

‘’Apakah saat ini Indonesia betul-betul melangkah di bawah payung Tri Sakti? Inilah nan kudu kita dialogkan. Benarkah kita betul-betul berdaulat dalam politik seperti aliran Tri Sakti? Apakah kita betul-betul berdikari dalam ekonomi? Tak kalah penting, apakah kita cukup  berkepribadian dalam budaya?’’ tegas Din Syamsuddin. 

Ketua Dewan Penasihat PP Bamusi Ahmad Basarah menyambut baik rayuan Din Syamsuddin agar PP Bamusi memprakarsai perbincangan ormas-ormas Islam. Ketua DPP PDI Perjuangan ini menilai, hanya lewat perbincangan terbuka dan jujur, pendapat besar dan positif tentang kondisi Indonesia saat ini bisa dicarikan jalan keluar. 

Optimisme nan sama disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PP Bamusi, Nasyirul Falah Amru alias Gus Falah. Anggota DPR RI dari Dapil Gresik dan Lamongan ini apalagi menyatakan sebaiknya rayuan positif Din Syamsuddin itu dilaksanakan secepatnya, jika perlu Juli mendatang. (Cah/P-3) 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia