Didampingi Kapolda Riau, Menteri LH Cek Kanal Cegah Karhutla di Pelalawan

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Pelalawan -

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Muhammad Jumhur Hidayat melakukan kunjungan kerja ke Pulau Mendol, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau. Jumhur meninjau langsung pembangunan sekat kanal nan menjadi garda terdepan pencegahan kebakaran rimba dan lahan (karhutla).

Pantauan detikcom di lokasi, Jumhur tiba sekira pukul 10.45 WIB. Dia datang didampingi Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan hingga Bupati Pelalawan Zukri.

Rombongan disambut oleh Camat Kuala Kampar Tengku Radi Guspandiar. Sebelum memulai peninjauan, Menteri Jumhur dan rombongan melakukan penanaman pohon aren di area lapangan Kuala Kampar sebagai bentuk nyata dari aktivitas restorasi lingkungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah aktivitas penyambutan, Menteri Jumhur dan rombongan langsung bergerak menuju letak pembangunan sekat kanal di Desa Sungai Perak. Karena keterbatasan akses dan tidak adanya kendaraan roda empat (mobil) di Pulau Mendol, Jumhur beserta rombongan menggunakan sepeda motor warga.

Menteri LH Jumhur Hidayat dan Kapolda Riau mengecek sekat kanal pencegah karhutla di Pulau Mendol, Kabupaten Pelalawan.Menteri LH Jumhur Hidayat dan Kapolda Riau mengecek sekat kanal pencegah karhutla di Pulau Mendol, Kabupaten Pelalawan. (Rumondang N/detikcom)

Rombongan menempuh perjalanan sejauh 4,2 kilometer membelah jalanan pulau. Sesampainya di titik pemberhentian terakhir, perjalanan tetap kudu dilanjutkan dengan melangkah kaki sejauh 200 meter untuk mencapai letak pembangunan kanal.

Menteri Jumhur menjelaskan bahwa pembangunan sekat kanal ini sangat krusial di wilayah gambut seperti Kuala Kampar. Sekat kanal berfaedah untuk mengatur tinggi muka air tanah agar lahan gambut tetap basah meski di musim kemarau.

"Kita di beragam wilayah di tanah air nan mempunyai lahan gambut adalah fakta. Lahan gambut itu andaikan dia tidak digenangi secara terus menerus pada saat nan sama terus disinari oleh matahari, maka dia berpotensi menjadi panas dan bisa terbakar itu fakta," tutur Jumhur di lokasi.

"Jadi musibah lahan terbakar itu pada dasarnya musibah alami. Namun itu bisa disiasati, terlebih lagi jika kita bisa memastikan ada air nan selalu menggenangi," jelasnya.

Menteri LH Jumhur Hidayat dan Kapolda Riau mengecek sekat kanal pencegah karhutla di Pulau Mendol, Kabupaten Pelalawan.Foto: Menteri LH Jumhur Hidayat menanam pohon aren di Pulau Mendol, Kabupaten Pelalawan. (Rumondang N/detikcom)

Sesuai teknisnya, sekat kanal nan dibangun mempunyai lebar sekitar 3 meter. Di beberapa titik, sekat dibuat bertingkat mengikuti elevasi lahan untuk memastikan air meresap sempurna ke dalam kubah gambut.

"Kedatangan saya ke sini adalah untuk menunjukkan bahwa aktivitas berbareng untuk menggenangi air seperti nan kita lakukan di sini adalah membangun sekat sekat kanal, membikin semacam waduk dengan membatasi debit air sehingga airnya bisa melimpah ke sekitar sini itu adalah bagian dari upaya untuk memitigasi agar musibah kebakaran lahan bisa dikurangi," tutur Jumhur.

Pembangunan sekat kanal di Desa Sungai Perak ini merupakan bagian dari rangkaian program restorasi gambut di Riau guna memastikan provinsi tersebut bebas dari kabut asap akibat karhutla.

"Mudah-mudahan upaya ditambah dengan angan nan kuat tentunya, mudah-mudahan Tuhan tidak mengizinkan api alias panas itu membakar lahan kita. Sehingga kita bisa bekerja seperti biasa, tidak menimbulkan emisi gas rumah kaca, tidak mengganggu siapapun termasuk mengganggu masyarakat," pungkasnya.

Setelah meninjau letak pembangunan sekat kanal, Jumhur dan rombongan menggelar dialog berbareng warga untuk shopping masalah di area Pulau Mendol, Kuala Kampar, Riau.

(ond/mea)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News