Dicari 'Pak Haji Gocap' yang Bikin Pengemis Penuhi Trotoar Sana-sini

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Jakarta -

Sosok 'Pak Haji Gocap' membagikan duit di pinggir jalanan Jakarta kembali menjadi sorotan. Pihak berkuasa mencari 'Pak Haji Gocap' tersebut.

Sosok 'Pak Haji Gocap' itu sudah lama dibahas di media sosial (medsos). Dia dikenali dari mobil jenis MPV berwarna putih nan kerap membagikan duit ke pengemis.

Kebiasaan 'Pak Haji Gocap' nan sering membagikan duit membikin banyak peminta-minta memenuhi trotoar di sejumlah wilayah Jakarta Selatan (Jaksel). Mereka menunggu kehadiran 'Pak Haji Gocap' membagikan uang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum ada nan mengetahui sosok 'Pak Haji Gocap'. Hanya saja, dia dikenal sering membagikan duit kepada pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) secara berpindah-pindah.

Terbaru, rekaman video 'Pak Haji Gocap' membagikan duit membikin PPKS bergerombol di area Fatmawati, Jaksel. Menindaklanjuti kejadian tersebut, Suku Dinas Sosial (Dinsos) Jakarta Selatan bakal bertindak.

Sudinsos Jaksel melaksanakan Sterilisasi Wilayah Kecamatan Kebayoran Baru dan Mampang Prapatan dalam rangka Penjangkauan PPKS 'Haji Gocap' pada Sabtu (23/5) (Dinsos Jaksel)Sudinsos Jaksel melaksanakan Sterilisasi Wilayah Kecamatan Kebayoran Baru dan Mampang Prapatan dalam rangka Penjangkauan PPKS 'Haji Gocap' pada Sabtu (23/5) (Dinsos Jaksel)

"Benar, petugas kita menemukan aktivitas di mana nan disebut Haji Gocap kembali membagikan duit di area ITC Fatmawati," kata Kepala Seksi Perlindungan, Jaminan, dan Rehabilitasi Sosial Sudin Sosial Jaksel, Yan Ventansyah, dilansir Antara, Rabu (26/8/2026).

Dalam rekaman video nan beredar, sebuah mobil Toyota Innova putih bernomor polisi B-2389-SF bergerak perlahan dari area ITC Fatmawati menuju Jalan Raya RS Fatmawati hingga Blok A, Kebayoran Baru. Dari dalam mobil, seseorang tampak mengulurkan tangan dan memberikan duit kepada orang-orang nan telah menunggu di pinggir jalan.

Ketika mobil mendekat, PPKS berdiri dan menerima duit pecahan Rp 50 ribu dari dalam kendaraan. Petugas Sudin Sosial Jaksel apalagi membuntuti mobil tersebut.

Picu Pengemis Penuhi Trotoar

Sudinsos Jaksel memandang aktivitas pembagian duit tersebut memicu PPKS untuk berkumpul di pinggir jalan pada malam hari. Mereka mendatangi sejumlah titik nan biasa dilalui 'Pak Haji Gocap' dengan angan mendapatkan uang.

Yan mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan operasi penjangkauan dan penindakan terhadap PPKS nan ditemukan berada di jalan, termasuk pemulung dan peminta-minta.

Pemulung hingga peminta-minta diamankan ke panti sosialFoto: Pemulung hingga peminta-minta diamankan ke panti sosial (Dok Satpol DKI Jakarta)

"Kita sedang koordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan penjangkauan dan penindakan," ucapnya.

Di sisi lain, lanjut Yan, Satpol PP bakal menindak pihak nan memberikan duit di jalan sebagai bagian dari upaya penegakan peraturan mengenai ketertiban umum.

"Sudin Sosial melakukan penjangkauan PPKS pemulung dan peminta-minta, Satpol PP penindakan terhadap pemberi duit sebagai penegakan peraturan tentang ketertiban umum," kata dia.

Satpol PP Rutin Penertiban PMKS

Satpol PP turut meletakkan perhatian soal banyaknya pemerlu masalah kesejahteraan sosial (PMKS) nan memenuhi trotoar untuk diberikan uang. Satpol PP juga mendalami sosok 'Pak Haji Gocap'.

"Sampai saat ini kami belum ada info mengenai Haji Gocap, untuk penertiban terus kami lakukan pengamatan kami di lapangan sampai ini tetap nihil," kata Kasatpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan beberapa waktu lalu.

"Satpol PP terus intens melukan penertiban di letak berbareng Dinas Sosial," imbuhnya.

Pemulung-Pengemis di Trotoar Mampang

Manusia gerobak dan peminta-minta viral di medsos gara-gara memenuhi area Jalan Mampang Prapatan, Jaksel. Kini, Satpol PP DKI Jakarta telah membawa delapan orang ke Panti Sosial di Jakarta Barat.

Dalam video viral nan dilihat detikcom, Kamis (14/5) para peminta-minta menggelar tikar alias spanduk sebagai dasar untuk duduk di trotoar jalan. Mereka berderet mulai sekitar Halte Mampang Prapatan ke arah Warung Buncit.

Para peminta-minta itu kemudian menunggu seseorang nan memberinya duit alias sesuatu. Mereka mulai menggelar tikar di trotoar saat malam.

Satpol PP menertibkan manusia gerobak dan peminta-minta viral di medsos gara-gara memenuhi area Jalan Mampang Prapatan (dok Satpol PP DKI)Satpol PP menertibkan manusia gerobak dan peminta-minta viral di medsos gara-gara memenuhi area Jalan Mampang Prapatan (dok Satpol PP DKI)

Kasatpol PP DKI Satriadi mengatakan anggotanya sudah melakukan penertiban pada Rabu (13/5). Satpol PP kemudian mengamankan delapan orang untuk dibawa ke Panti Sosial.

"Satpol PP membawa delapan orang PPKS kepada Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1, guna pelayanan dan penanganan lanjutan," kata Satriadi dalam keterangannya, Jumat (14/5).

Adapun delapan PPKS itu kebanyakan orang lanjut usia (lansia). Mereka adalah Suwino (74) asal Tegal, Udin (63) asal Brebes, Waskam (73) asal Kuningan, Budi Cahyono (61) asal Kediri, Slamet Basuki (65) asal Jakarta, Umardani (56) asal Jakarta, Juni Marlis (45) asal Padang, dan Abdul Hadi (61) asal Jakarta.

Sebelumnya penduduk Mampang Prapatan sempat mengeluhkan maraknya kejadian manusia gerobak di pinggir jalan. Petugas dari pemerintah wilayah sudah sering menangani keberadaan mereka.

Kepolisian juga sudah turun dengan memberikan imbauan agar kepentingan publik tak terganggu. Terlebih para peminta-minta dan manusia gerobak itu kerap berada di trotoar hingga mengganggu pejalan kaki dan kelancaran arus lampau lintas.

(jbr/zap)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑