Dianggap Malas, Microsoft Berikan Penjelasan Terkait Perubahan Latency di Windows 11

Sedang Trending 6 jam yang lalu

Sebelumnya kita mendapatkan berita bahwa Microsoft Siapkan Fitur “Low Latency Profile” di Windows 11 nan memungkinkan sistem melangkah lebih smooth dan terasa lebih cepat.

Hal tersebut terjadi lantaran sistem bakal meningkatkan gelombang CPU ke level maksimum selama satu hingga tiga detik ketika pengguna membuka aplikasi, Start Menu, alias context menu. Dan meskipun hasilnya cukup bagus dan mengejutkan, namun jelas internet langsung ramai dan banyak pengguna mulai menuduh Microsoft hanya menutupi masalah optimasi Windows 11 dengan “trik” meningkatkan performa CPU secara agresif.

Nah menanggapi kritik tersebut, VP Microsoft sekaligus Member of Technical Staff, Scott Hanselman akhirnya turun langsung memberikan penjelasan di media sosial X.

Menurutnya, apa nan dilakukan Microsoft bukanlah sebuah trik murahan melainkan memang praktik standar nan sudah digunakan nyaris semua sistem operasi modern, termasuk macOS dan Linux.

Nah dalam postingannya, Hanselman menjelaskan bahwa sistem operasi modern memang dirancang untuk memprioritaskan tugas interaktif. Ketika pengguna membuka menu alias aplikasi, sistem bakal sementara meningkatkan clock CPU agar respons terasa instan, lampau kembali ke mode irit daya setelah tugas selesai. Jadi bukan sekadar “memaksa CPU bekerja”, tetapi bagian dari manajemen performa modern untuk mengurangi latency.

Ia apalagi menyindir kritik nan menurutnya terlalu berlebihan, dalam salah satu balasannya, Hanselman mengatakan bahwa banyak komentar negatif berasal dari orang nan merasa mengerti pengetahuan komputer, padahal hanya berasumsi berasas intuisi semata.

Windows terlalu banyak fitur!

Yang diungkapkan oleh Hanselman ini mungkin ada benarnya, namun beda di macOS adalah lantaran Apple memang garang dalam optimasi responsiveness membuatnya nyaris tidak terasa, begitu pula dengan Linux nan kebanyakan Desktop Environement memanfaatkan scheduler kernel Linux dan governor CPU seperti schedutil untuk meningkatkan performa sementara saat ada input pengguna.

Sementara itu, Windows mempunyai lebih banyak service background, UI nan bisa dibilang lebih ramai, telemetry nan lebih banyak, dan integrasi cloud dan web nan lebih banyak pada sistem operasinya membikin beban kerja sistem jauh lebih kompleks dibanding Windows jenis lama ataupun sebagian distro Linux modern.

Oleh lantaran itu, banyak pengguna merasa Start Menu di Windows Windows 7 alias Windows 10 generasi awal terasa jauh lebih sigap meskipun dijalankan di hardware nan lawas. Dulu, Start Menu hanya menampilkan panel sederhana nan sudah dirender sebelumnya tanpa rekomendasi file, sinkronisasi cloud, integrasi Microsoft Account, ataupun web search seperti sekarang.

Apakah Windows 11 bakal dioptimasi juga?

Mengenai perihal tersebut, Hanselman juga mengakui bahwa Microsoft memang sadar beberapa bagian Windows 11 saat ini sudah terlalu berat. Karena itulah mereka sekarang disebut sedang melakukan optimasi besar-besaran, mulai dari mengurangi legacy code, mempercepat File Explorer, hingga memindahkan lebih banyak komponen sistem ke WinUI 3 agar lebih ringan dan modern.

Dengan kata lain, Low Latency Profile bukan berfaedah Microsoft berakhir melakukan optimasi sistem dan hanya mengandalkan lonjakan CPU semata. Menurut Hanselman, keduanya dilakukan secara bersamaan. Microsoft tetap memperbaiki performa inti Windows 11, sembari memanfaatkan teknik modern agar hubungan pengguna terasa lebih instan dan responsif.

Nah mari kita lihat kelak saja guys, apakah beneran Windows 11 bakal menjadi lebih baik dalam beberapa tahun kedepan, alias justru sama saja.

Bagaimana menurutmu mengenai perihal ini? komen dibawah guys.

Via : X


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya
Sumber Winpoin.com
Winpoin.com