Di Depan Massa Buruh, Prabowo Janji Resmikan Museum Marsinah

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto berjanji bakal berangkat ke Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, dalam waktu dekat. Tujuannya untuk meresmikan Museum Perjuangan Buruh nan diberi nama Museum Marsinah.

"Dan bulan ini juga saya bakal berangkat ke Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur untuk meresmikan Museum Perjuangan Buruh nan diberi nama Museum Marsinah," kata Presiden Prabowo dalam pidatonya pada puncak seremoni Hari Buruh Internasional 2026 di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).

Marsinah sudah ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Keberadaan Museum Marsinah menjadi bagian dari penghormatan terhadap perjuangan pekerja di Indonesia.

Untuk diketahui, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan pembangunan Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Nganjuk bermaksud memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai keteladanan, semangat, dan keberanian Marsinah dalam memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan.

"Yang kita bangun bukan hanya gedung, tetapi juga ruang nilai. Di sinilah generasi muda bisa belajar tentang keberanian, kejujuran, dan keberpihakan pada keadilan nan diteladankan oleh Marsinah," katanya dalam keterangan nan diterima di Nganjuk, Minggu (28/12/2025). Dilansir Antara.

Menurut Khofifah, dengan adanya rumah singgah dan museum nantinya bakal semakin menguatkan desiminasi dan pelestarian perjuangan Marsinah

“Penghormatan kepada pahlawan tidak berakhir di makam, tetapi kudu kita lanjutkan dengan merawat nilai perjuangannya dan menghadirkannya dalam kehidupan hari ini,” ujarnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pendapat awal pendirian museum datang dari family Marsinah. Mereka mau ada nan betul-betul monumental.

Kapolri mengungkapkan, perjuangan Marsinah begitu berat dan kudu dikenang oleh masyarakat dan para buruh.

"Museum ini bakal memamerkan barang-barang peninggalan Marsinah, seperti surat-surat perjuangan, catatan berisi keluh kesah Marsinah kepada kakaknya, kitab harian, pulpen, pakaian, dan arsip lain mengenai perjalanan hidupnya sebagai aktivis buruh," kata dia.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita