Di Balik Dugaan Teror Molotov Rumah Advokat

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Di kembali api nan hanya sempat membakar bagian bawah pagar, dia menduga ada kaitannya dengan kasus sengketa lahan nan sedang ditangani.

Di rumahnya di Jalan Mustika Ratu Nomor 1, Ciracas, Jakarta Timur, Sulardi terbangun lebih awal seperti malam-malam sebelumnya.

Sekitar pukul 02.15 WIB, Rabu, 1 Juli 2026, dia bersiap mandi untuk menunaikan salat tahajud, kebiasaan yang, menurut pengakuannya, telah dijalani selama puluhan tahun.

Belum sempat beranjak lebih jauh, teriakan dari luar memecah keheningan. “Pak Haji, Pak Haji.” Sulardi bergegas mencari sumber suara.

"Begitu saya keluar kok ada api menyala,” kata dia saat dihubungi, Minggu (5/7/2026).

Kobaran itu tak sempat membesar. Bagian bawah pagar terbuat dari besi sehingga api tidak merembet ke bagian lain. Sulardi segera memadamkan api, baik dari sisi dalam maupun luar pagar, hingga padam seluruhnya.

"Kebetulan bagian bawah itu besi, jadi enggak sampai membakar bahan-bahan nan lain,” ujar dia.

Belakangan, dia mengetahui rangkaian peristiwa nan mengawali kejadian itu. Dari rekaman kamera CCTV sebuah masjid di sekitar lokasi, dua orang datang berboncengan menggunakan sepeda motor. Kendaraan itu berakhir tidak jauh dari gerbang rumahnya.

Seorang nan dibonceng turun, menyalakan sumbu pada sebuah botol, kemudian melemparkannya ke arah pagar sebelum keduanya meninggalkan lokasi.

“Informasi dari info CCTV di masjid, ada orang menggunakan sepeda motor kemudian berakhir enggak jauh dari pintu gerbang,” ujar dia.

Di sekitar gerbang, tetap tersisa pecahan botol dan sumbu nan diduga digunakan pelaku. Sulardi mengumpulkan barang-barang itu.

Menurut dia, seluruhnya bakal diserahkan kepada interogator Polres Metro Jakarta Timur sebagai peralatan bukti setelah dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi pelapor.

“Nanti bakal saya bawa, saya serahkan ke Polres Jakarta Timur,” ujar dia.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑