Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman 'Lu Punya Otak Nggak?' yang Rendahkan Wartawan

Sedang Trending 6 hari yang lalu
Jakarta -

Dewan Pers menyesalkan ucapan pengacara mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Hotman Paris Hutapea nan dinilai merendahkan pekerjaan wartawan. Dewan Pers mengingatkan bahwa ketidaksetujuan terhadap pertanyaan wartawan mestinya disampaikan dengan santun.

"Ketidaksetujuan alias ketidaksenangan terhadap pertanyaan wartawan semestinya disampaikan dengan langkah nan lebih rasional, santun, dan beretika. Sikap saling menghormati dinilai krusial untuk menjaga hubungan nan sehat antara narasumber dan insan pers," kata Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komaruddin Hidayat juga mengingatkan seluruh pihak agar menghormati wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya. Sebab, pertanyaan wartawan merupakan bagian dari kerja jurnalistik nan dilindungi UU.

"Pertanyaan nan diajukan wartawan merupakan bagian dari upaya menggali info dan memperoleh keterangan dari narasumber sebagai bagian dari proses jurnalistik nan dilindungi Pasal 4 ayat (3) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers," katanya.

Selain itu, Komaruddin Hidayat menegaskan bahwa kerja jurnalistik mempunyai peran strategis sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 6 Undang-Undang Pers, ialah memenuhi kewenangan masyarakat untuk memperoleh informasi, menegakkan nilai-nilai demokrasi, mendorong supremasi norma dan kewenangan asasi manusia, mengembangkan pendapat umum berasas info nan betul dan akurat, melakukan kegunaan pengawasan, kritik, koreksi, serta memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

Dalam pernyataannya, Komaruddin Hidayat turut mengingatkan para wartawan agar tetap mematuhi kode etik. Semata-mata untuk menjaga kepercayaan publik.

"Wartawan agar senantiasa mematuhi Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik dalam menjalankan profesinya sehingga kepercayaan publik terhadap pers tetap terjaga," ungkapnya.

Hotman Minta Maaf usai Tuai Kecaman

Seperti diketahui, Hotman Paris bikin pernyataan nan menuai kecaman dalam konvensi pers di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (17/7). Hotman emosional dengan mengucapkan 'lu punya otak nggak', 'tanya kakekmu', 'shut up' hingga, 'kalau kau punya otak lu tahu jawabannya'.

Dalam konvensi pers tersebut, Hotman Paris duduk selaku pengacara mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung RI, Febrie Adriansyah. Dalam konvensi pers tersebut, Hotman juga membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto saat memihak Febrie.

Hotman kemudian minta maaf. Permintaan maaf pertama disampaikan mengenai ucapan 'lu punya otak nggak' kepada wartawan.

"Pernyataan maaf dari saya Hotman Paris. Sehubungan dengan imbauan Persatuan Wartawan Indonesia, PWI, dan juga rekan-rekan wartawan lainnya, dengan ini saya menyatakan maaf sebesar-besarnya atas pernyataan saya pada waktu konvensi pers di kasus mantan Jampidsus nan mengatakan 'lu punya otak enggak sih?'," kata Hotman dalam video nan diunggah di akun IG resminya.

Hotman kemudian menjelaskan argumen dirinya mengucapkan kata-kata itu. Dia mengaku ditanyai perihal nan sama beberapa kali. Dia mengaku ucapan 'lu punya otak' muncul lantaran emosi.

"Akhirnya saya emosi lantaran saya sudah bolak-balik saya tidak tahu, akhirnya saya jawab, 'Kamu punya otak nggak sih?'. Maksudnya, saya sudah jawab tadi saya tidak tahu," ujarnya.

Dia kembali menyampaikan permintaan maaf kepada wartawan. Dia mengaku tidak punya niat apapun.

PWI Laporkan Hotman Paris

Sementara itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengambil langkah norma usai pernyataan 'lu punya otak nggak' nan dilontarkan Hotman Paris Hutapea saat konvensi pers. Hotman Paris sekarang dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas pernyataannya nan dinilai merendahkan pekerjaan jurnalis.

Direktur Anti Kekerasan Wartawan PWI Pusat, Edison Siahaan, menilai pernyataan Hotman Paris tersebut tidak hanya menyakiti hati, tetapi merendahkan pekerjaan jurnalis.

"Seperti kita ketahui kemarin ada peristiwa nan sebenarnya menyakiti hati sekaligus menyinggung pekerjaan wartawan ya. Jadi untuk itu kita dari PWI Persatuan Wartawan Indonesia Pusat mau melaporkan orang nan menyebut bahwa wartawan itu punya otak nggak gitu loh ya. Seperti kita ketahui wartawan tuh cerdas-cerdas loh," ujar Edison kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/7/2026).

(rdp/imk)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News