Jakarta, CNN Indonesia --
Kebumen UNESCO Global Geopark (UGGp) mengembangkan geotrail sebagai bagian dari strategi memperkenalkan potensi geologi, biodiversitas, dan budaya kepada pasar pariwisata nan lebih luas. Promosi dilakukan melalui pendekatan sport tourism dan aktivitas upaya pariwisata.
Strategi tersebut dipaparkan Ketua Dewan Pakar Badan Pengelola Geopark Kebumen, Chusni Ansori, dalam 9th Asia Pacific Geoparks Network Symposium 2026 di Langkawi, Malaysia, Kamis (10/9). Paparan tersebut disimak oleh Koordinator APGN Jin Xiaochi, Wakil APGN Ibrahim Komoo, serta sejumlah intelektual dari beragam negara.
Dalam presentasi berjudul 'Geotrail in Kebumen UGGp, It's Promoted Through Kebumen Geopark Trail Run and Kebumen Travel Mart', Chusni memaparkan kekayaan pengetahuan bumi Kebumen nan menjadi fondasi pengembangan geopark.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keunggulan Kebumen UGGp tidak hanya terletak pada ancient land alias bukti pengetahuan bumi berumur Kapur, tetapi juga living nature dan living culture nan berkembang di tengah masyarakat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9).
Kebumen UGGp mengusung tema 'The Glowing Mother Earth of Java' dengan luas wilayah daratan sekitar 1.138,7 kilometer persegi dan wilayah laut 21,98 kilometer persegi nan mencakup 22 kecamatan serta 374 desa.
Kawasan ini mempunyai dua geoheritage utama, ialah Karangsambung di bagian utara nan menyimpan bukti lantai samudra purba dan area subduksi, serta Karangbolong di bagian selatan dengan bentang alam karst berbentuk kerucut. Kekayaan tersebut diperkuat dengan keberadaan 42 geosite, delapan biosite, dan 24 situs budaya.
Chusni menjelaskan bahwa potensi tersebut dikemas melalui tiga jalur geowisata alias geotrail. Jalur pertama bertema 'The True History of Mother Earth and Plate Tectonic Theory' nan diarahkan untuk memberi pemahaman mengenai sejarah bumi dan teori tektonik lempeng.
Jalur kedua, 'The Cave: Natural and Human Life', menawarkan pengalaman memahami proses karstifikasi dan vulkanik sekaligus memandang hubungan antara kehidupan manusia, biodiversitas, dan budaya di area gua. Jalur ketiga, 'The Paradise of Oceanic Warmth & Culture', mengangkat keelokan area pesisir Kebumen sekaligus memperkenalkan proses pengetahuan bumi dan budaya masyarakat setempat.
Menurut dia, kombinasi tersebut membuka kesempatan pengembangan beragam jenis pariwisata, mulai dari geowisata, wisata edukasi, wisata petualangan, pariwisata berbasis masyarakat, hingga MICE.
Strategi Promosi
Salah satu strategi promosi nan mendapat perhatian adalah Kebumen Geopark Trail Run (KGTR). Kegiatan ini menggabungkan olahraga, petualangan, dan promosi destinasi dalam satu rangkaian acara.
Rute KGTR dirancang melewati beragam lanskap Kebumen, mulai dari pantai, perbukitan, hutan, hingga desa wisata. Peserta tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung menikmati kekayaan alam dan pengetahuan bumi geopark.
Pada 2025, KGTR diikuti sekitar 1.600 pelari dengan kategori 3, 7, 14, dan 21 kilometer. Pada 2026, kategori diperluas menjadi 7, 17, 30, dan 50 kilometer, dengan perputaran biaya nan disebut mencapai lebih dari Rp1 miliar di sektor upaya mikro, kecil, dan menengah.
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Sumberdaya Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu juga memperlihatkan konsep night running, cave trail, hingga rute nan melintasi area pesisir. Format tersebut menjadi salah satu langkah menjangkau segmen visitor muda melalui wisata olahraga berbobot tinggi.
Di samping KGTR, Kebumen Travel Mart 2026 menjadi instrumen lain untuk memperluas pemasaran destinasi geopark. Kegiatan tersebut memadukan B2B tabletop, business matching, dan aktivitas budaya.
Chusni menyebut aktivitas itu mempertemukan 258 buyer dari beragam wilayah di Indonesia dan 14 peserta dari Malaysia dengan 60 seller dari Kebumen dan wilayah Jawa. Kegiatan budaya nan menjadi bagian dari Travel Mart turut menarik lebih dari 3.000 visitor lokal.
Nilai perputaran biaya selama aktivitas tersebut disebut mencapai lebih dari Rp2 miliar. Konsep tersebut tidak hanya memasarkan destinasi, tetapi juga produk makanan, suvenir, serta beragam produk ekonomi imajinatif masyarakat.
Pengembangan pariwisata berbasis geopark diperkuat melalui kebijakan pemerintah daerah, salah satunya Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pengembangan Geopark Kebumen.
Kebumen juga telah menyiapkan master plan pengembangan geopark periode 2025-2034 serta memasukkan pengembangan geopark ke dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah.
Menurut Chusni, penguatan branding geopark mulai menunjukkan akibat terhadap aktivitas pariwisata dan perekonomian daerah. Merujuk penelitian Yunianto dan tim pada 2026, sejumlah parameter pembangunan berkepanjangan di Kebumen menunjukkan perkembangan positif sejak penguatan kelembagaan geopark.
Aktivitas pariwisata disebut tumbuh, antara lain melalui peningkatan akomodasi sekitar 5,33 persen per tahun dan kunjungan visitor 13,98 persen per tahun. Pertumbuhan tersebut juga dikaitkan dengan terbukanya kesempatan kerja, meningkatnya partisipasi angkatan kerja, penurunan tingkat pengangguran, pertumbuhan ekonomi daerah, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia.
Chusni menegaskan bahwa kekuatan Kebumen UGGp berada pada keterhubungan antara geologi, alam, dan kehidupan masyarakat. Dengan pendekatan itu, geopark tidak hanya diposisikan sebagai area untuk memandang bentang alam, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran, petualangan, hubungan budaya, dan penggerak ekonomi masyarakat.
Pengembangan geotrail melalui KGTR dan Kebumen Travel Mart menjadi bagian dari strategi membawa kekayaan pengetahuan bumi Kebumen ke pasar pariwisata nan lebih luas.
"Geopark bukan hanya tentang batuan dan bentang alam, tetapi juga gimana kekayaan pengetahuan bumi terhubung dengan biodiversitas, budaya, dan kehidupan masyarakat," pungkas Chusni menutup paparannya dalam forum geopark tingkat Asia-Pasifik tersebut.
(rir)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·