Desainer Bandung Sabet Juara 1 Sayembara Desain Batik Tangsel 2026

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta -

Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan Tahun 2026 resmi menetapkan tiga karya terbaik. Desainer asal Bandung, Gilang Muhammad Iqbal, sukses meraih juara pertama melalui kreasi batik berjudul 'Ming Galih Gaya' nan mengangkat konsep akulturasi tiga budaya ialah Betawi, Sunda dan Tionghoa.

Dewan Juri Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan Tahun 2026, Musa Widyatmojo, mengatakan penilaian dilakukan melalui sejumlah tahapan dan pertimbangan nan ketat. Peserta nan masuk tahap akhir dinilai berasas beragam aspek, mulai dari konsep dan filosofi, produktivitas dan penemuan desain, hingga kesesuaian karya dengan identitas dan karakter Kota Tangerang Selatan.

"Dewan juri telah melakukan penilaian secara objektif, profesional, independen, dan penuh tanggung jawab," ujar Musa, dalam keterangan tertulis, Kamis (3/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, seluruh finalis nan sukses mencapai tahap akhir merupakan peserta dengan karya-karya terbaik. Dalam setiap kreasi mempunyai keunikan, kekuatan visual, serta filosofi masing-masing.

Namun, majelis juri akhirnya kudu menetapkan tiga karya sebagai pemenang Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan Tahun 2026.

Musa berambisi karya nan terpilih tidak hanya berakhir sebagai sebuah desain, tetapi dapat berkembang dan menjadi salah satu warisan imajinatif nan membanggakan bagi masyarakat Kota Tangerang Selatan.

"Semoga karya nan terpilih dapat terus dikembangkan, diperkenalkan, dan memberikan faedah bagi masyarakat, serta menjadi salah satu warisan imajinatif nan membanggakan bagi Kota Tangerang Selatan," kata Musa.

Sementara itu, Gilang Muhammad Iqbal mengaku tidak menyangka dapat meraih juara pertama dalam sayembara tersebut. Namun, dia mempunyai kepercayaan terhadap konsep dan kreasi nan dibuatnya lantaran seluruh unsur dalam karyanya berupaya menggambarkan identitas Tangerang Selatan.

"Saya tidak mengira sama sekali, tapi saya percaya dengan kreasi nan saya buat. Saya curahkan semuanya tentang Tangerang Selatan dalam kreasi saya. Alhamdulillah diapresiasi sebagai juara satu," ujar Gilang.

Gilang menjelaskan dalam aktivitas perlombaan tersebut dia mengangkat konsep akulturasi budaya nan berkembang di wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan. Ia memadukan unsur Betawi, Sunda, dan Tionghoa lantaran ketiga budaya tersebut mempunyai pengaruh dalam perjalanan dan perkembangan masyarakat di wilayah Tangerang.

"Saya mengangkat akulturasi tiga budaya, ialah Betawi, Sunda, dan Tionghoa. Dari kekuatan tiga budaya nan berakulturasi inilah saya mencoba mengangkatnya ke dalam desain," kata dia.

Gilang memberi nama kreasi batiknya 'Ming Galih Gaya'. Nama tersebut diambil dari tiga bahasa nan merepresentasikan tiga unsur budaya dalam karyanya.

"Ming dari Mandarin Klasik, Galih dari bahasa Sunda halus, dan Gaya dari bahasa Betawi. Ketiganya juga merepresentasikan motto Kota Tangerang Selatan, ialah Cerdas, Modern, dan Religius," jelasnya.

Lebih lanjut, Gilang berambisi dapat terus berkarya dan menghadirkan beragam pendapat baru. Ia juga membuka kesempatan untuk bekerja-sama dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam pengembangan karya imajinatif dan budaya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan atas penyelenggaraan Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan lantaran telah memberdayai karya saya menjadi juara satu. Saya berambisi karya ini bisa berkenan, bermanfaat, dan menjadi salah satu identitas Kota Tangerang Selatan," pungkasnya.

Selain Gilang, juara kedua diraih Nuraeni Hasanah asal Bandung, sedangkan juara ketiga diraih Jauza Alya Wada asal Cianjur. Pengumuman tersebut dilakukan dalam rangkaian Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan Tahun 2026 di Serpong, Senin (31/8).

(prf/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News