Desa Energi Berdikari Keliki Wujudkan Ketahanan Pangan Lewat Cara Ini

Sedang Trending 11 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pertamina memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat melalui sejumlah program pemberdayaan nan tersebar di beragam wilayah Indonesia. Salah satunya dengan mengimplementasikan program Desa Energi Berdikari (DEB). DEB merupakan desa inovatif nan memanfaatkan daya bersih untuk mendorong kemandirian masyarakat melalui pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).

DEB Keliki di Kecamatan Tegalallang, Kabupaten Gianyar, Bali merupakan inisiatif Pertamina dalam menyediakan daya terbarukan bagi masyarakat pedesaan di Indonesia. Program ini bermaksud untuk menjadikan daya terbarukan sebagau solusi nan dapat menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan masyarakat. DEB Keliki mempunyai aktivitas utama berupa pengolahan sampah menjadi kompos dan ketahanan pangan dengan menerapkan sistem pertanian ramah lingkungan.

Sumber daya pengolahan sampah serta pompa penggerak untuk pengairan sawah, didukung dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Jajaran Dewan Komisaris Pertamina, memandang dan mendengarkan penjelasan secara langsung dari penerima faedah atas akibat program terhadap kemandirian masyarakat DEB Keliki.

I Wayan Sumada, Local Hero sekaligus Ketua BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) Yowana Bakti Keliki, menceritakan akibat keterlibatan Pertamina melalui upaya pembinaan, pendampingan serta pemberian sejumlah akomodasi di desanya.

"Di Desa Keliki setidaknya menghasilkan sekitar 7 ton sampah per hari, dengan produktivitas nan sangat tinggi tersebut kehadiran Tempat Pengolahan Sampah Terpadu - Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) sangat membantu masyarakat untuk mengelola dan mengolah sampah," ujarnya.

Untuk mendukung program pengolahan sampah, diperlukan tenaga listrik nan dihasilkan dari PLTS dengan kapabilitas terpasang mencapai 10,5 kWp (Kilowatt Peak). PLTS ini menghasilkan 14.256 kWh/tahun daya surya. Kehadiran PLTS selain menghemat biaya listrik sebesar Rp21 juta/tahun, sekaligus mengurangi emisi GRK mencapai 13,7 ton CO2eq/tahun.

Ia menambahkan support nan diberikan Pertamina, secara tidak langsung juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dengan melakukan pemilahan sampah rumah tangga, baik samapah organik, anorganik dan residu.

"Saat ini kesadaran untuk masyarakat memilih sampah itu sudah sangat tinggi berkah kerjasama kami dengan Pertamina, kami mengelola sampah untuk dikembalikan ke alam hingga kemudian bisa semakin berfaedah lagi untuk alam," tambahnya.

Dalam kesempatan nan sama, I Wayan Sumadana menambahkan, untuk aktivitas pengairan air sawah, DEB Keliki juga didukung dengan PLTS dengan kapabilitas terpasang 17,5 kWp (Kilowatt Peak). PLTS ini kemudian digunakan untuk menggerakkan pompa air tanah berkekuatan surya nan mendukung pengairan sawah selama musim tandus di 7 Subak (Tain Kambing, Sebali, Uma Desa Keliki, Jungut, Umelikode, Bangkiangsidem, dan Lauh Batu). Khusus PLTS untuk pengairan sawah menghasilkan 84.000 kWh/tahun daya surya, mengurangi emisi GRK (Gas Rumah Kaca) mencapai 23,1 ton CO2eq/tahun serta penghematan biaya listrik Rp.35 juta per tahun.

Dari pertanian tersebut, DEB Keliki menghasilkan produk padi organik, nan dapat meningkatkan produktivitas hasil panen secara signifikan. Sebelum program padi organik diterapkan hasil panen hanya berkisar 5 sampai 5,5 ton per hektare, setelah proses pembinaan oleh Pertamina peningkatan menjadi 8,7 ton per hektare.

Komisaris Independen Pertamina, Raden Adjeng Sondaryani, mengaku kagum dengan keberhasilan program nan memberikan akibat positif terhadap lingkungan serta memberikan faedah ekonomi bagi masyarakat.

"Dari program DEB Keliki ini, menunjukkan komitmen Pertamina dalam memberikan support kepada masyarakat melalui program-program nan dimiliki. Melihat keberhasilan DEB Keliki, saya dan jejeran Dewan Komisaris sangat senang, semoga program TSJL Perusahaan, bisa lebih memberikan akibat nan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat," ujarnya

DEB Keliki sekarang telah menjadi ekosistem percontohan penggerak ekonomi masyarakat, melalui aktivitas Eco Village dan Agrikultur, terdapat 1.200 Kepala Keluarga penerima manfaat, melibatkan 9 pekerja, bekerja-sama dengan 15 UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) pemuda desa. Tidak hanya itu hasil pengelolaan sampah ini juga sukses meluncurkan produk pupuk organik berbobot tinggi, produksi ecoenzyme (cairan serbaguna hasil fermentasi limbah organik dapur), dan kompos organik.

Atas keberhasilan itu, banyak kunjungan dari beragam Perguruan Tinggi maupun visitor mancanegara ke DEB Keliki. Setidaknya terdapat 6.000 tamu nan telah berkunjung, untuk memandang keelokan persawahan, belajar pengelolaan sampah dan pertanian berbasis daya bersih, sembari menikmati jajanan di saung-saung cafe penduduk nan menambah geliat ekonomi penduduk Keliki.

(rah/rah)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News