Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Untuk mengawal jalannya aksi, Polda Metro Jaya menerjunkan 6.088 personel campuran TNI dan Polri. Ribuan petugas itu disebar di sejumlah titik nan menjadi pusat aktivitas massa. Mulai dari area DPR/MPR RI, Bundaran HI, Patung Kuda, dan Cikini Raya.

Personel TNI maupun Polri dipastikan tidak ada nan membawa senjata api saat mengawal tindakan mahasiswa. Kebijakan itu diterapkan untuk menjaga pengamanan tetap humanis dan kondusif.

Kombes Budi mengatakan larangan membawa senjata api merupakan pengarahan langsung Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri kepada seluruh personel nan bekerja di lapangan. 

“Penekanan dari Bapak Kapolda, tidak ada petugas TNI-Polri nan membawa senjata api di dalam pelayanan pengamanan tindakan penyampaian pendapat ini,” kata Budi.

Kapolda juga mengingatkan seluruh personil agar tetap sabar, humanis, dan tidak mudah terpancing provokasi saat berhadapan dengan massa aksi.

Pengamanan dilakukan untuk memastikan penyampaian aspirasi mahasiswa berjalan aman, tertib, dan kewenangan menyampaikan pendapat tetap terlindungi sesuai ketentuan undang-undang. 

"Penyampaian aspirasi kepada publik ini dilindungi oleh undang-undang. Jadi, kehadiran petugas Polri dan TNI di dalam melaksanakan pelayanan pengamanan ini untuk menjamin aspirasi nan disampaikan oleh adik-adik mahasiswa ini tersampaikan dengan baik," ucap dia.

Dia mengimbau mahasiswa menyampaikan aspirasi secara tertib serta menghormati pengguna jalan nan tetap beraktivitas di sekitar letak aksi.

Selain itu, peserta tindakan diminta mewaspadai adanya pihak-pihak nan mencoba memprovokasi alias menunggangi demonstrasi. 

“Kami mengingatkan adik-adik mahasiswa agar memperhatikan situasi di sekitar dan tidak memberi ruang bagi golongan lain nan mau memprovokasi jalannya aksi,” ujar Budi.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑