Demo Mahasiswa Berujung Chaos, Gedung Pemerintah dan Bank Terbakar

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Demonstrasi nan diikuti puluhan ribu mahasiswa di Tirana, ibu kota Albania, pada Rabu (14/10/2026) waktu setempat, berujung ricuh setelah massa membakar gedung pemerintah dan dua bank. Mereka memprotes mahalnya biaya pendidikan, minimnya prospek kerja, serta dugaan korupsi di pemerintahan Perdana Menteri Edi Rama.

Polisi membubarkan massa menggunakan meriam air dan gas air mata setelah demonstran membakar gedung Kementerian Pendidikan, melemparkan batu ke arah petugas, serta merusak sejumlah akomodasi umum dan tempat usaha. Kantor bagian Raiffeisen Bank di dekat kementerian juga dilaporkan terbakar, menurut saksi mata Reuters.

"Ini adalah revolusi. Kami sudah capek dengan protes damai. Kami tidak bakal berakhir sampai Rama mengundurkan diri," ujar seorang mahasiswa berjulukan Lora. Ia menolak menyebut nama belakangnya saat ikut melempar batu ke arah polisi.

Kerusuhan tersebut menjadi salah satu ledakan kemarahan terbesar terhadap Rama, nan memenangkan masa kedudukan keempat dalam pemilihan umum Mei tahun lalu. Pemerintahannya menghadapi tekanan akibat dugaan korupsi di kalangan pejabat tinggi, sementara sebagian demonstran juga menilai golongan oposisi tidak menawarkan pengganti nan layak.

Para mahasiswa mengatakan tindakan tersebut dipicu oleh tingginya biaya pendidikan tinggi, minimnya support finansial bagi mahasiswa, serta terbatasnya kesempatan kerja setelah lulus. Media Albania melaporkan demonstrasi juga meluas ke sejumlah universitas di Elbasan dan Shkodra.

Gelombang protes ini menyusul aksi-aksi tenteram sepanjang musim panas nan menentang rencana pembangunan resor mewah di pesisir selatan Albania. Proyek tersebut didukung Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dan sekarang menghadapi sengketa hukum.

Pemerintah mengecam kekerasan nan terjadi. Wakil Perdana Menteri Albana Kociu menegaskan bahwa demonstrasi merupakan kewenangan warga, tetapi tidak boleh menjadi pembenaran bagi perusakan akomodasi publik.

"Melakukan protes adalah kewenangan nan sah, namun perihal itu tidak boleh dijadikan argumen untuk melakukan kekerasan, perusakan kota, alias perkelahian nan tidak layak di tengah jalan," tulisnya melalui Facebook.

Kepolisian Albania juga menyerukan agar situasi tetap kondusif dan memperingatkan bahwa pelaku pembakaran, perusakan properti, maupun penyerangan terhadap petugas bakal dimintai pertanggungjawaban hukum. 

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News
↑