Demo Besar-besaran Guncang Inggris Tuntut PM Mundur, Massa Pro Trump?

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Puluhan ribu penduduk turun ke jalan untuk berperan-serta dalam demonstrasi besar-besaran bertajuk

Puluhan ribu penduduk turun ke jalan untuk berperan-serta dalam demonstrasi besar-besaran berjudul "Unite the Kingdom" nan mengguncang Ibu Kota Inggris, London. (REUTERS/Hannah McKay)

Puluhan ribu penduduk turun ke jalan untuk berperan-serta dalam demonstrasi besar-besaran bertajuk

Peserta demo hingga penyelenggara tokoh sayap kanan Tommy Robinson menyampaikan seruan-seruan konservatifnya dalam demo. (REUTERS/Hannah McKay)

Puluhan ribu penduduk turun ke jalan untuk berperan-serta dalam demonstrasi besar-besaran bertajuk

Pemilu di Inggris bakal digelar pada 2029. Namun, seruan agar Perdana Menteri Keir Starmer mundur terus menggema dan memicu pertanyaan apakah pemerintahan saat ini bisa memperkuat selama itu. Demo "Unite the Kingdom" sendiri disebut tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun, tetapi menarik pendukung dari beberapa partai. (REUTERS/Hannah McKay)

Puluhan ribu penduduk turun ke jalan untuk berperan-serta dalam demonstrasi besar-besaran bertajuk

Banyak peserta pawai mengenakan warna turquoise - simbol unik partai sayap kanan garis keras Reform UK, nan dipimpin Nigel Farage, arsitek utama Brexit dan sekutu Presiden AS Donald Trump. (REUTERS/Hannah McKay)

Puluhan ribu penduduk turun ke jalan untuk berperan-serta dalam demonstrasi besar-besaran bertajuk

Demo besar-besaran ini dikawal Kepolisian Metropolitan London. Mereka juga meluncurkan operasi pengamanan "signifikan" di tengah kekhawatiran pawai Unite the Kingdom bisa berantem dengan demonstrasi pro-Palestina di tempat lain di kota itu. (REUTERS/Hannah McKay)

Puluhan ribu penduduk turun ke jalan untuk berperan-serta dalam demonstrasi besar-besaran bertajuk

Kepolisian Metropolitan kemudian menyatakan telah melakukan 11 penangkapan atas beragam pelanggaran. (REUTERS/Chris J Ratcliffe)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News